Suara Sumatera - Secara epidemiologis panggul menjadi salah satu bagian tubuh paling terdampak osteoporosis, selain pergelangan tangan dan tulang belakang.
Demikian dikatakan oleh dokter spesialis ortopedi lulusan Universitas Indonesia dr Yoshi Pratama Djaja, Sp.OT (K), melansir Antara, Senin (16/10/2023).
"Alasan spesifik mengapa osteoporosis berdampak utama pada ketiga bagian tubuh di atas masih belum dapat dijelaskan secara mendetail, tetapi diduga berhubungan dengan morfologi dan fungsi ketiga bagian tersebut," katanya.
Dirinya menjelaskan tulang panggul (hip) pada khususnya tidak hanya mendapatkan gaya kompresi (compression load) ketika menahan beban tubuh, tetapi juga mengalami gaya tensi (tension load) yang berakibat tingginya bone turnover atau proses resorpsi yang diikuti penggantian dengan tulang baru, di area panggul.
Sedangkan osteoporosis mengakibatkan proses bone turnover berkurang atau kurang seimbangnya antara pembentukan dan resporpsi tulang. Hal ini dapat berdampak berat pada tulang panggul.
Yoshi menyarankan masyarakat rutin melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, mencukupkan kebutuhan kalsium dan vitamin D karena akan sangat membantu dalam mencegah osteoporosis.
Kemudian, mereka yang sudah mengalami patah tulang panggul akibat osteoporosis agar kualitas hidupnya meningkat, Yoshi menyarankan untuk mengembalikan fungsi struktur yang patah dengan dilakukan operasi hip replacement.
Tujuan dilakukan operasi ini adalah agar pasien dapat langsung mobilisasi duduk, berdiri, dan berjalan seperti sebelum mengalami fraktur tulang panggul.
"Tindakan operasi yang segera dan rehabilitasi atau recovery yang baik memegang peran penting di dalam hal ini," katanya.
Baca Juga: Tersebar di 5 Kabupaten, Ada 111 Titik Panas di Kaltim