SuaraSumedang.id - Performa jelek terus didapatkan Persija Jakarta di ajang BRI Liga 1 2022/2023. Persija selalu saja kebobolan dalam empat laga yang sudah dilaluinya di kancah kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air itu.
Pelatih Persija, Thomas Doll akhirnya buka suara terkait kinerja anak asuhnya yang tak pernah clean sheet alias nirbobol dari empat laga yang dilalui skuad berjulukan Macan Kemayoran ityu.
Bahkan pelatih asal Jerman itu sampai membawa-bawa salah satu raksasa Liga Premier Inggris, Manchester United.
Dari empat laga yang dilaluinya, Persija hanya mampu sekali menang, dua kali imbang dan sekali kalah. Michael Krmencik dan kolega selalu kebobolan pada setiap laga yang mereka lalui.
Mengawali laga perdana di BRI Liga 1, Persija harus tertunduk lesu saat kalah 0-1 dari Bali United. Setelahnya, Macan Kemayoran berhasil menang tipis 2-1 atas Persis Solo.
Dua laga terakhir, Persija hanya menorehkan laga imbang 1-1, saat bertemu dengan PSM Makassar dan Persikabo 1973.
Sementara itu, Manchester United harus rela kebobolan empat gol dalam sebuah laga, yakni kala melawan Brentford, pada Sabtu (13/8/2022), malam.
Doll menyebut, kemasukan gol menjadi hal yang niscaya dalam sebuah pertandingan. Hal itu bisa saja menimpa skuad beken layaknya The Red Devils--julukan Manchester United.
"Tentu saya juga akan senang ketika kami tidak kebobolan, tetapi ya dalam sepak bola situasi-situasi macam ini bisa terjadi," kata Thomas Doll usai pertandingan kontra Persikabo, Minggu (14/8/2022) malam, dilansir dari Suara.com.
"Manchester United mengalami itu, mereka kebobolan empat, tapi Persija cuma kebobolan satu di laga ini (kontra Persikabo), kami harus main lebih cerdas, pintar," Doll menambahkan.
Terkait hal itu, Doll mengatakan perlu ada evaluasi bagi anak asuhnya, terkhusus masalah kinerja Maman Abdurrahman dan kawan-kawan terlalu mudah kehilangan bola.
"Ya itu bukanlah situasi yang standar untuk tim kami dan memang suka terjadi di tim lain. Kamu tahu, kami harus berduel lebih keras dengan lawan, dan ketika dalam situasi bola udara, harus ada pemain yang siap menerima bola," bebernya.
"Tapi ya sebenarnya kami juga tidak boleh mudah kehilangan bola karena akan memberikan lawan kesempatan untuk menyerang, itu adalah situasi yang penuh risiko," tutupnya.