SuaraSumedang.id - Fenomena inflasi sering dibicarakan di berbagai negara di dunia, inflasi sering menjadi masalah di berbagai negara yang berdampak tersendiri bagi negara tersebut.
Misalnya seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS), dilaporkan inflasi terjadi pada Juni 2022.
Negara ini telah mencapai tingkat inflasi hingga 9,1 persen, yang merupakan angka tertinggi sejak 1981.
Tidak hanya Amerika Serikat, tetapi Sri Lanka adalah salah satu negara yang dikatakan mengalami inflasi tertinggi pada tahun ini mencapai 60 persen.
Diketahui bahwa ada beberapa faktor yang memicu terjadinya inflasi, salah satunya adalah peningkatan jumlah uang beredar.
Seperti dilansir dari Suara.com pada Selasa (30/8/2022), untuk mengetahui lebih lanjut tentang inflasi serta penyebab dan dampak inflasi, simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Pengertian Inflasi
Menyadur dari Bank Indonesia, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Inflasi memiliki lawan kata yaitu deflasi, di mana deflasi sendiri merupakan penurunan harga barang secara dan terus menerus.
Secara umum, inflasi biasanya ditunjukkan dengan kenaikan harga secara keseluruhan atau kenaikan biaya hidup yang terjadi di suatu negara.
Tidak hanya itu, biasanya, inflasi juga diukur untuk bisa mengetahui dampak keseluruhan dari perubahan harga serangkaian produk dan juga layanan.
Pengukuran tersebut memungkinkan representasi nilai tunggal dari kenaikan harga barang dan jasa pada perekonomian suatu negara dalam waktu-waktu tertentu.
Penyebab Inflasi
Diketahui, ada sejumlah faktor yang menjadi pemicu adanya inflasi, salah satunya yaitu peningkatan jumlah uang yang beredar. Hal tersebut dikarenakan uang meningkat salah satunya bisa muncul karena mencetak dan memberikan lebih banyak uang kepada warga.
Tidak hanya itu, kondisi itu muncul karena secara hukum mengurangi nilai mata uang yang sah, dan meminjamkan uang sebagai kredit rekening cadangan melalui sistem perbankan dengan membeli obligasi pemerintah dari bank di pasar sekunder.
Oleh karenanya, inflasi terjadi karena uang kehilangan daya belinya. Inflasi juga bisa muncul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost pust inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi.
Dampak Bahaya Inflasi
Perlu diketahui, inflasi yang tinggi bisa menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan turun secara terus menerus. Oleh karenanya, standar hidup masyarakat juga akan ikut turut.
Hal tersebut tentu saja mengakibatkan semua orang terlebih bagi kalangan yang tidak mampu mengalami kemerosotan ekonomi yang tajam.
Selain daripada itu, inflasi yang tidak stabil juga akan menghadirkan ketidakpastian bagi para pelaku ekonomi dalam mengambil sebuah keputusan.
Inflasi sendiri tentu saja menyulitkan keputusan masyarakat untuk melakukan konsumsi, investasi, hingga produksi dan kemudian menurunkan pertumbuhan ekonomi.