SuaraSumedang.id - Rocky Gerung angkat bicara perihal rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.
Menurut Rocky Gerung, hal ini merupakan yang ditunggu oleh publik.
Rocky Gerung menambahkan, publik ingin mengetahui peta permasalah yang sebenarnya.
"Ini soal keinginan publik untuk memperoleh peta problemnya terutama peta kriminalnya tapi peta yang beredar adalah peta duit," ujarnya dikutip dari Kanal YouTube Rocky Gerung Selasa (30/8/22).
Dia mengatakan, kemungkinan pertama adalah karena pelecehan tapi hal itu sudah dibatalkan oleh pemeriksaan.
"Kemarin kita dengar semacam analisis dari beberapa pakar yang menilai pengakuan dari Brada E pelecehan bisa bukan oleh Brigadir J tapi yang satu lagi," ujarnya.
Menurutnya, saling batal-membatalkan sebenarnya untuk menyembunyikan skenario aslinya.
Sehingga ketika semua tersangka dipertemukan dalam rekonstruksi, menurutnya akan terlihat ide dibalik peristiwa pembunuhan tersebut.
"Jadi kalau dipertemukan itu dimungkinkan bukan sekedar rekonstruksi peristiwa tapi rekonstruksi ide peristiwa ini," ucapnya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan PMN Rp3 Triliun Guna Right Issue Waskita Karya Pada Bulan November 2022
Motif sebenarnya dibalik pembunuhan inilah ujar Rocky Gerung yang ditunggu oleh publik.
"Setelah di rekonstruksi orang mau tahu ide di belakang itu apa," pungkasnya.