Temuan Faktual Latar Belakang Ferdy Sambo Tega Habisi Nyawa Brigadir J, Ini Penjelasan Komnas HAM

Suara Sumedang

Kamis, 01 September 2022 | 20:12 WIB
Temuan Faktual Latar Belakang Ferdy Sambo Tega Habisi Nyawa Brigadir J, Ini Penjelasan Komnas HAM
Komnas HAM Choirul Anam dan Beka Ulung Hapsara di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022). (Suara.com/Yaumal)

SuaraSumedang.id - Latar belakang pembunuhan Brigadir J, yang direncanakan oleh eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo disebut sebagai extra judicial killing.

Hal tersebut, disampaikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), yang diduga dipicu adanya tindak pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebutkan hal ini berdasarkan temuan faktual dari hasil investigasi lembaganya.

"Berdasarkan temuan faktual dalam peristiwa kematian Brigadir J, disampaikan bahwa terjadi peristiwa pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat, yang merupakan tindakan extra judicial killing, yang memiliki latar belakang adanya dugaan kekerasan seksual," kata Anam, saat konferensi pers, pada Kamis (1/9/2022).

Anam pun menyebutkan, pembunuhan berencana Brigadir J masuk dalam kategori extra judicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum.

"Extra judicial killing terhadap Brigadir J, terjadi dengan perencanaan di lokasi rumah Saguling III (rumah pribadi Ferdy Sambo)," papa Anam.

Namun, jumlah pelaku penembak Brigadir J belum terjawab Komnas HAM.

Berdasarkan isu yang beredar, selian Bharada E. Ferdy Sambo pun disebut-sebut turut menembak Brigadir J.

"Peristiwa pembunuhan yang terjadi tidak dapat dijelaskan secara detail karena terdapat banyak hambatan yakni adanya berbagai tindakan obstruction of justice yang dilakukan oleh berbagai pihak," kata dia.

baca juga
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI mengakui sempat didatangi Irjen Ferdy Sambo. [Suara.com/Alfian Winanto]

Kapolri Jenderal Listyo Sigit saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI mengatakan, terdapat dua dugaan kemungkinan Ferdy Sambo tega membunuh Brigadir J. Pertama pelecehan seksual, dan kedua perselingkuhan sebagai motifnya.

"Motif saudara FS melakukan perbuatan tersebut karena yang bersangkutan marah, dan emosi setelah mendengar laporan dari Ibu PC," kata Listyo, Rabu (24/8) lalu.

Kemudian, mengenai peristiwa yang terjadi di Magelang disebut-sebut mencederai harga martabat keluarga. Meski begitu, Kapolri tak menjabarkan detail mengenai motif tersebut.

"Untuk lebih jelasnya nanti akan diungkapkan di persidangan," kata Kapolri.

Pada kesempatan itu, laporan investigasi pembunuhan Brigadir J diserahkan oleh Komnas HAM pada pihak kepolisian Indonesia.

Laporan tersebut langsung diterima Irwasum Polri Komjen Pol. Agung Budi Maryoto selaku Ketua Tim Khusus.

Kepolisian dan Komnas HAM bertemu di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/9/2022).

Dari hasil laporan Komnas HAM, obstruction of justice menjadi isu utama. Dalam laporan investigasi Komnas HAM ada tiga rekomendasi.

Pertama terhadap kasus itu sendiri kasus pembunuhan extra judicial killing. Kedua, tidak ditemukan adanya penyiksaan terhadap Brigadir J.

Kemudian, ketiga Komnas HAM menyimpulkan adanya obstruction of justice atau upaya penghalangan proses hukum.

Namun, dengan diberikannya laporan ini, bukan berarti Komnas HAM berhenti memantau kasus tersebut.

Komnas HAm masih memiliki tugas lain, yakni melakukan pengawasan dalam proses selanjutnya sampai dengan persidangan.

Sumber:Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngaku Diancam Brigadir J Setelah Dilecehkan di Magelang, Istri Ferdy Sambo Ketakutan

Ngaku Diancam Brigadir J Setelah Dilecehkan di Magelang, Istri Ferdy Sambo Ketakutan

News | Kamis, 01 September 2022 | 20:10 WIB

8 Temuan Penting Komnas HAM dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

8 Temuan Penting Komnas HAM dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

News | Kamis, 01 September 2022 | 20:07 WIB

Jefri Nichol Beberkan Kesaksian Soal Anak Ferdy Sambo Disebut Sering Buat Onar, Netizen: Yang Adil Untuk Yang Berada

Jefri Nichol Beberkan Kesaksian Soal Anak Ferdy Sambo Disebut Sering Buat Onar, Netizen: Yang Adil Untuk Yang Berada

Bogor | Kamis, 01 September 2022 | 19:50 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 23:42 WIB

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:54 WIB

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:05 WIB

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

×