SuaraSumedang.id - Bupati Malang, M. Sanusi memastikan, seluruh biaya pengobatan suporter yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Malang.
"Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan, untuk yang sehat dan dirawat, biaya semuanya yang menanggung Kabupaten Malang," ucap Sanusi.
Di samping itu, penyebab ratusan korban berjatuhan dalam tragedi Kanjuruhan tersebut, dijelaskan oleh pihak kepolisian.
Dalam hal ini, Kapolda Jawa Timur (Jatim) Nico Afinta mengakui sejumlah petugasnya menembakan gas air mata ke arah tribun penonton yang diisi Aremania, pendukung Arema FC.
Pasalnya, kata dia, saat berjalannya pertandingan BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya berjalan lancar, pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB.
Namun, hasil akhir pertandingan kemenangan untuk Persebaya 3-2 atas Arema FC, membuat sejumlah Aremania kecewa. Bahkan meluapkan emosinya untuk mencari pemain dan ofisial.
Lalu suporter pun turun ke lapangan, dan petugas kemudian berusaha melakukan pengalihan agar para suporter tidak turun ke lapangan untuk mengejar pemain.
Namun, akhirnya tembakan gas air mata pun dilesakkan ke arah penonton di tribun, Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Nico pun mengklaim, penembakan gas air mata itu dilakukan karena pendukung tim berjuluk Singo Edan sudah melakukan tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.
"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen," katanya, seperti dikutip dari ANTARA, pada Minggu (2/10/2022).
Sumber:SuaraMalang.id