Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 12 Februari 2026 | 07:49 WIB
Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI
Ilustrasi industri baja Indonesia. [Ist]
baca 10 detik
  • Sektor logam diprediksi tumbuh 15,71% pada 2025, didorong permintaan konstruksi domestik yang tinggi.
  • Pemerintah memperketat regulasi SNI wajib dan transformasi *green steel* untuk hadapi isu global.
  • Industri baja nasional terancam praktik perdagangan tidak jujur dari pemain global dan maraknya 'besi banci'.

Suara.com - Pemerintah terus mendorong industri baja di Indonesia tetap tumbuh. Dalam hal ini, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membawa kabar baik sekaligus peringatan.

Secara statistik, sektor logam adalah 'bintang' di tahun 2025, dengan pertumbuhan PDB mencapai 15,71 persen, jauh melampaui rata-rata manufaktur nasional.

Lonjakan permintaan domestik hingga 19,7 juta ton dipicu oleh geliat sektor konstruksi dan target ambisius pembangunan 3 juta rumah. Namun, Airlangga mengingatkan ancaman nyata datang dari luar perbatasan.

“Kita harus waspada terhadap global oversupply baja yang diperkirakan akan lebih atau terjadi peningkatan sebesar 2,5 miliar metrik ton di tahun 2025,” papar Airlangga dalam acara The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026, di Ritz Carlton, Rabu (11/2/2026).

Dia menekankan pemerintah berkomitmen memperketat benteng pertahanan industri melalui penerapan 23 SNI wajib, dan perpanjangan instrumen BMAD untuk produk HRC, alloy, hingga baja lapis.

"Mulai 2026, industri baja dipaksa bertransformasi menuju green steel untuk menghadapi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang diterapkan pasar internasional," bebernya.

Ketua Dewan Pengawas IISIA, Silmy Karim dalam acara The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026, di Ritz Carlton, Rabu (11/2/2026). [Suara.com/Rina]
Ketua Dewan Pengawas IISIA, Silmy Karim dalam acara The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) 2026, di Ritz Carlton, Rabu (11/2/2026). [Suara.com/Rina]

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas IISIA, Silmy Karim, mengatakan masalah utama bukan terletak pada ketidakmampuan industri dalam negeri untuk berkompetisi secara teknis. Melainkan, praktik perdagangan yang tidak jujur dari pemain global.

“Hampir 5 tahun saya menjadi Dirut Krakatau Steel, yang terjadi adalah ketidakseimbangan, level playing field, sehingga kita industri baja nasional itu dirugikan,” ujar Silmy.

Kata dia, taktik produsen luar yang merusak harga pasar melalui under-invoicing, sirkumvensi (pengalihan kode HS), hingga pemberian tax rebate oleh negara asal.

baca juga

Apalagi, instrumen seperti Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) dan minimum import price, seperti yang diterapkan India, bukanlah upaya menutup diri, melainkan langkah koreksi pasar.

"Bukan perlindungan yang membuat kita dininabobokan tetapi fairness," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin menyoroti sisi gelap pasar baja domestik yang masih dihantui oleh peredaran 'besi banci', produk baja yang tidak memenuhi standar teknis (under-specification) dan sering kali menghindari pajak.

“Kita tahu besi banci itu ya, yang kalau di pasar kan kita tahu Pak Dirjen, itu biasanya tidak ada pajaknya. Sehingga akan sulit untuk para pelaku industri untuk dapat bersaing,” ungkap Saleh.

Dia pun mendesak pemerintah lebih 'galak' dalam menerapkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terutama pada proyek yang didanai APBN dan APBD.

"Tanpa keberpihakan daripada pemerintah, ya tentu industri yang menjadi mother industry ini dengan sendirinya akan tergerus,” paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham

Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 00:17 WIB

Demi Jaga Inflasi, Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Jelang Ramadan

Demi Jaga Inflasi, Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Jelang Ramadan

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 18:15 WIB

Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?

Siapa yang Meminta Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI?

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:51 WIB

Iman Rachman Mundur, Ini Kriteria Bos BEI Baru yang Diinginkan Pemerintah

Iman Rachman Mundur, Ini Kriteria Bos BEI Baru yang Diinginkan Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Desak Demutualisasi BEI Disegerakan

Pemerintah Desak Demutualisasi BEI Disegerakan

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:00 WIB

Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London

Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 18:07 WIB

Terkini

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

Kalbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:19 WIB

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Saat Kekuatan Super Bertemu dengan Masalah Finansial: Dilema Kocak Lee Jun-ho di Drama Cashero

Saat Kekuatan Super Bertemu dengan Masalah Finansial: Dilema Kocak Lee Jun-ho di Drama Cashero

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Bolehkah Mencampur Serum Niacinamide dengan Serum Centella Asiatica?

Bolehkah Mencampur Serum Niacinamide dengan Serum Centella Asiatica?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Bukan Cuma Lembaga Keuangan, Luthfi Dorong Ekonomi Syariah Jateng Masuk ke UMKM

Bukan Cuma Lembaga Keuangan, Luthfi Dorong Ekonomi Syariah Jateng Masuk ke UMKM

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mulai Rp50 Ribuan! Rekomendasi Serum Bebas Pewangi agar Jerawat Minggat Tanpa Bikin Kering

Mulai Rp50 Ribuan! Rekomendasi Serum Bebas Pewangi agar Jerawat Minggat Tanpa Bikin Kering

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Lindungi Anak-Anak, Wali Kota Surabaya Stop Izin Diskotek Baru

Lindungi Anak-Anak, Wali Kota Surabaya Stop Izin Diskotek Baru

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Detik-detik Menegangkan Bhabinkamtibmas Lamteng Gagalkan Aksi Nekat Pria yang hendak Bunuh Diri

Detik-detik Menegangkan Bhabinkamtibmas Lamteng Gagalkan Aksi Nekat Pria yang hendak Bunuh Diri

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×