SuaraSumedang.id - Sosok mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi kini tengah jadi perhatian publik.
Hal tersebut didapati usai Dedi Mulyadi digugat cerai oleh sang istri, Anne Ratna Mustika.
Akibatnya, tidak sedikit warganet yang menyayangkan keretakan rumah tangga Dedi Mulyadi.
Di lain sisi, selain daripada kasus gugatan cerainya yang masih diproses secara hukum, hal baru justru dilakukan oleh Dedi Mulyadi.
Dilansir dari denpasar.suara.com, Minggu (16/10/2022) Dedi Mulyadi mengkritik keras pemerintah menyoal peternak sapi.
Tak main-main, anggota DPR RI tersebut bahkan sampai menuntut ganti rugi dari pemerintah sebesar Rp5.1 miliar.
Diketahui, jumlah tersebut adalah angka kerugian yang diderita oleh para peternak sapi perah milik anggota KPBS Pangalengan Bandung yang mati akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi merasa bertanggungjawab menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah.
mantan Bupati Purwakarta tersebut menilai bahwa wabah PMK adalah bencana bagi peternak sapi.
Baca Juga: Bantah Ferdy Sambo Awalnya Akan Badminton Bukan Membunuh, Pengacara Brigadir J Skakmat Hal ini
Dia menilai wabah PMK ini musibah yang luar biasa bagi peternak sapi.
"Saya minta Kementan, dinas provinsi, dinas kabupaten bisa segera mengganti sapi peternak yang mati. Minimal satu keluarga mendapatkan ganti dua ekor sapi perah," kata Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi juga merinci berapa yang harus diberikan kepada para peternak, yakni 204 ekor untuk 102 keluarga yang terdampak, dengan total anggaran Rp5,1 miliar. (*)
Artikel ini telah tayang di denpasar.suara.com berjudul: Kang Dedi Mulyadi Tak Main-main Tuntut Ganti Rugi Rp5,1 Miliar untuk Kasus Ini