SuaraSumedang.id-Sidang pembunuhan Brigadir J masih terus berjalan.
Pada Sidang ini Kuat menanggapi hasil uji poligraf tentang dirinya yang dinyatakan berbohong.
Tanggapan Kuat bermula ketika sebelumnya Hakim menanyakan kepada ahli terkait apakah Kuat melihat Sambo menembak atau tidak.
Ahli poligraf tersebut kemudian mengatakan pada poin tersebut hasilnya menunjukan bahwa Kuat berbohong.
"Apakah benar semua, salah semua atau tidak tahu menahu," tanya Hakim.
Kemudian Kuat menjawab bahwa dirinya sudah berkata jujur dan heran jika di poligraf hasilnya berkata bohong.
"Terima Kasih yang mulia, bahwa saya sudah jujur kalau saya tidak melihat. Tapi di poligraf kok masih berbohong," jawab sopir
Sontak apa yang disampaikan Kuat dalam sidang tersebut membuat Hakim dan pengunjung tertawa.
Gitu saja? Hahaha," sambung Hakim yang mendengar celetuk Kuat.
Dalam sidang kali ini Ahli poligraf atau uji kebohongan dari Polri, Aji Febrianto Ar-Rosyid membuka hasil tes uji terhadap Kuat Maruf.
Menurutnya terdakwa Kuat Maruf dari hasil tersebut terindikasi jujur dan berbohong.
Kalau Kuat Ma'ruf, jujur dan terindikasi berbohong," sambungnya.
Dalam tes tersebut ada dua pertanyaan yang diberikan kepada Kuat Maruf.
"Untuk pertanyaan relevansi adalah apakah kamu memergoki persetubuhan ibu (PC) dan Yosua. Jawabannya tidak hasilnya jujur," tuturnya.
Sementara untuk jawaban kedua ketika ditanya melihat Sambo menembak Brigadir J menurutnya Kuat berbohong.
"Untuk indikasi kedua pemeriksaan apakah kamu melihat pak Sambo menembak Yosua? Jawabannya tidak. Hasilnya berbohong," sambungnya lagi.