SuaraSumedang.id - Benarkah Ibu Ida Dayak putus asa melihat penyakit kutukan dari pangeran Arab?
Narasi ini muncul dari akun Youtube JURNAL INFORMASI yang telah diunggah 18 jam yang lalu. Video soal Ibu Ida Dayak dan Pangeran Arab ini telah ditonton 217 ribu kali dan like 2800.
Sosok Ibu Ida Dayak, akhir - akhir ini menjadi perbincangan dan sempat viral di media sosial, karena kemampuannya yang dapat menyembuhkan orang sakit.
Ibu Ida Dayak secara ikhlas membantu pasiennya yang sakit tanpa meminta imbalan sepeserpun.
Baru - baru ini muncul sebuah narasi, jika Ibu Ida Dayak putus asa melihat penyakit Pangeran Arab, benarkah kabar tersebut? Berikut penjelasannya.
Penjelasan Cek Fakta
Narator menyebutkan jika Ibu Ida Dayak pada 1 April 2023 yang lalu diantar oleh Presiden Jokowi terbang ke Arab Saudi untuk menyembuhkan pangeran Arab yang telah tertidur lelap 17 tahun lamanya.
Disebutkan oleh narator jika salah satu pangeran Arab mengalami koma setelah mengalami kecelakaan mobil pada tahun 2005 silam. Dengan kondisi tersebut, pangeran tersebut mendapatkan julukan pangeran tidur oleh masyarakat Arab Saudi.
Dijelaskan pula jika selama ini Pangeran Arab tersebut hidup dengan bantuan medis. Sang ayah menolak untuk mencabut ventilator yang selama ini digunakan sebagai penyangga hidupnya.
Lebih dari itu, narator juga menyebutkan karena putus asam akhirnya meminta Ibu Ida Dayak untuk menyembuhkan pangeran tersebut.
Dinarasikan, Raja Salman langsung meminta Ibu Ida Dayak untuk untuk menyembuhkan pangeran Arab dengan cara menghubungi Presiden Jokowi.
Hingga akhir video, sang narator terus membuat cerita jika Ibu Ida Dayak telah melakukan pengobatan pada Pangeran Arab, tanpa disertai bukti yang faktual.
Sehingga kebenaran akan berita itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Kesimpulan
Setelah menyimak videonya dari awal hingga akhir, narator hanya menyajikan berbagai foto Pangeran Arab, Ibu Ida Dayak, dan Presiden Jokowi, tanpa adanya bukti yang aktual jika Ibu Ida Dayak benar - benar melakukan pengobatan pada pangeran Arab.
Sehingga dapat disimpulkan jika berita tersebut tidak benar alias hoax. (*)