SuaraSumedang.id - Benarkah Presiden Jokowi telah pecat Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster atas buntut panjang batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia 2023?
Beberapa waktu lalu kabar soal batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia 2023 U-20 sempat heboh dan membuat geger publik.
Hal tersebut dikait - kaitkan dengan penolakan keras atas Israel yang dilontarkan oleh beberapa pihak, termasuk Ganjar Pranowo gubernur Jawa Tengah dan I Wayan Koster gubernur Bali.
Narasi itu muncul dari unggahan video Youtube Timnas Tiap Hari,"Ganjar & I Wayan Koster Dicopot Dari Jabatannya Imbas Gagalkan Piala Dunia U-20 Jadi Tuntutan Saya," itulah bunyi judulnya.
Kemudian dalam thumbnail juga ada tulisan yang serupa, disertai dengan foto Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo dan juga I Wayan Koster.
"Melalui Presiden Joko Widodo. Copot Jabatan Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster, Karena Jadi Penyebab Gagalnya Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023, Jadi Tuntutan Saya," tulis pemilik video pada bagian sampul.
Setelah dilakukan penelusuran, konten dengan durasi 4 menit 3 detik itu ternyata informasi di dalamnya tidak sesuai dengan judul yang tertera. Terdapat ketidakselarasan antara isi dan judul video.
Faktanya pada video tersebut tidak ada bukti yang kredibel soal pencopotan jabatan Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster yang dilakukan oleh Jokowi.
Narator hanya menjelaskan soal batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di tahun 2023.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Bali United Tak Berdaya di Markas Borneo FC, Dibantai Lima Gol Berbalas Satu
Selain itu disampaikan pula pernyataan resmi dari Erick Thohir yang merupakan Ketum PSSI.
Tak hanya itu saja, video itu juga memuat pernyataan Hokky Caraka dan sejumlah komentar warganet.
Sehingga dapat disimpulkan jika berita soal pemecatan I Wayan Koster dan Ganjar Pranowo yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, adalah tidak benar.(*)
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suarasumedang.id. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].