5 Tips Cara Memahami dan Mengelola Gangguan Kecemasan serta Serangan Panik

Suara Sumedang | Suara.com

Senin, 05 Juni 2023 | 13:10 WIB
5 Tips Cara Memahami dan Mengelola Gangguan Kecemasan serta Serangan Panik
Ilustrasi gangguan kecemasan dan serangan panik. (Unsplash/Uday Mittal)

SUARA SUMEDANG - Setiap orang terkadang merasa cemas dan panik, namun saat rasa khawatir menjadi berlebihan dan mulai mempengaruhi aktivitas sehari-hari, kamu bisa disebut mengalami gangguan kecemasan

Dilansir dari laman The Healthy, seseorang yang mengalami serangan panik (panic attack), seperti perasaan takut yang intens, itu bisa menjadi tanda gangguan kecemasan.

Seringkali rasanya seperti sedang mengalami krisis kesehatan yang mendesak karena gejalanya begitu tiba-tiba.

Berikut ini adalah, lima tips cara memahami dan mengelola gangguan kecemasan. 

1. Ketahui Bahwa Kamu Tidak Sedang Dalam Bahaya

Kecemasan atau rasa cemas dapat bermanifestasi dalam banyak cara, seperti kecemasan umum, kecemasan sosial, fobia, kecemasan perpisahan, dan serangan panik. 

Menurut Anxiety and Depression Association of America, hal itu adalah reaksi biologis yang normal. Sebuah cara tubuh memberi tahu kepada kita bahwa ada sesuatu yang tidak beres, yang memberitahu kita untuk bertindak cepat agar terhindar dari bahaya-bahaya di sekitar.

Namun ketika kecemasan menjadi luar biasa dan mulai mengganggu kehidupan kita sehari-hari, itu menjadi gangguan kecemasan.

Serangan panik terjadi secara tiba-tiba dan meliputi gejala fisik seperti jantung berdebar kencang, mual, gemetar, dan denyut nadi tidak teratur.  

Banyak orang yang mengalami serangan panik percaya bahwa mereka mengalami serangan jantung atau stroke dan salah mengartikannya sebagai bahaya yang akan segera terjadi. 

Dengan gangguan kecemasan secara umum, seseorang mengalami serangan rasa khawatir dan mengalami gejala kelelahan, gelisah, ketegangan otot, serta masalah tidur. 

Sementara gejala serangan panik dan gangguan kecemasan bisa menjadi mengkhawatirkan.  Hal terpenting yang harus disadari ialah mengetahui jika kamu sedang tidak dalam bahaya, seperti tidak mendiagnosa mengalami serangan jantung atau stroke.

2. Bernapaslah dengan Tenang dan Perlahan

Orang yang menderita gangguan kecemasan atau serangan panik sering mengalami nyeri dada, yang disebabkan oleh hiperventilasi dan otot kencang di dada. 

Meskipun episodenya bisa menakutkan, penting untuk tidak memberi tahu orang yang menderita serangan panik atau gangguan kecemasan untuk "mengambil napas dalam-dalam", jika tidak ingin mengalami hiperventilasi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cara Memutihkan Gigi Kuning, Ketiak Hitam hingga Mata Panda dengan Bahan Alami, Pakai Trik Ini Murah dan Gampang Banget, Cobain Deh!

Cara Memutihkan Gigi Kuning, Ketiak Hitam hingga Mata Panda dengan Bahan Alami, Pakai Trik Ini Murah dan Gampang Banget, Cobain Deh!

| Minggu, 04 Juni 2023 | 15:23 WIB

5 Cara Mudah dan Sederhana dalam Mengelola Stres

5 Cara Mudah dan Sederhana dalam Mengelola Stres

| Selasa, 30 Mei 2023 | 17:30 WIB

Ingin Kulit Tampil Awet Muda Anti Penuaan? Berikut Tips dari dr. Yovi Yoanita

Ingin Kulit Tampil Awet Muda Anti Penuaan? Berikut Tips dari dr. Yovi Yoanita

| Sabtu, 20 Mei 2023 | 09:01 WIB

Terkini

Aku Mencintaimu, Maka Aku Melepasmu: Penutup dari Novel Rapture

Aku Mencintaimu, Maka Aku Melepasmu: Penutup dari Novel Rapture

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:00 WIB

CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2

CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:59 WIB

60 Juta Rakyatnya Hidup Miskin, Kok Bisa Negara Ini Lolos ke Piala Dunia 2026?

60 Juta Rakyatnya Hidup Miskin, Kok Bisa Negara Ini Lolos ke Piala Dunia 2026?

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:59 WIB

Pelaku Pembacokan di Cengkareng Berhasil Diringkus Polisi di Bogor

Pelaku Pembacokan di Cengkareng Berhasil Diringkus Polisi di Bogor

Bogor | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:57 WIB

10 HP Terlaris Global Q1 2026: iPhone 17 Memimpin, Samsung Ungguli Xiaomi

10 HP Terlaris Global Q1 2026: iPhone 17 Memimpin, Samsung Ungguli Xiaomi

Tekno | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:55 WIB

Senggolan Berujung Maut, Pelaku Pembacokan Pegawai Pabrik Roti di Cengkareng Diciduk Polisi

Senggolan Berujung Maut, Pelaku Pembacokan Pegawai Pabrik Roti di Cengkareng Diciduk Polisi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:55 WIB

Berapa Kuota BBM Subsidi Sulsel Per Tahun? Ini Penjelasan Pertamina

Berapa Kuota BBM Subsidi Sulsel Per Tahun? Ini Penjelasan Pertamina

Sulsel | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:55 WIB

Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban

Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:55 WIB

Amerika Serikat Paksa 50 Kapal Komersial Putar Balik Hindari Selat Hormuz

Amerika Serikat Paksa 50 Kapal Komersial Putar Balik Hindari Selat Hormuz

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:53 WIB

Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot

Gunakan Dana Rp100 Miliar, Anggaran Konstruksi Jalur Khusus Tambang di Bogor Siap Digenjot

Jabar | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:53 WIB