sumedang

5 Tips Cara Memahami dan Mengelola Gangguan Kecemasan serta Serangan Panik

Suara Sumedang Suara.Com
Senin, 05 Juni 2023 | 13:10 WIB
5 Tips Cara Memahami dan Mengelola Gangguan Kecemasan serta Serangan Panik
Ilustrasi gangguan kecemasan dan serangan panik. (Unsplash/Uday Mittal)

Sebaliknya, jika kamu mengalami hiperventilasi, bernapaslah dengan tenang. Tutup mulut kamu dan bernapas dengan tenang melalui hidung, dengan lembut, dan selambat mungkin untuk memulihkan kadar karbon dioksida.

Orang cenderung bernapas lebih cepat saat cemas, yang dapat membuat mereka pusing serta menyebabkan lebih banyak kecemasan. 

Cara kamu bernapas ialah dengan kecepatan enam hingga delapan kali per menit, itu memberi isyarat pada tubuh bahwa semuanya baik-baik saja.

3. Berolahraga secara Teratur

Kita tahu bahwa olahraga itu baik untuk kesehatan fisik kita, tetapi penelitian juga menemukan bahwa aktivitas fisik yang rendah berhubungan dengan kecemasan. 

Peneliti telah menemukan bahwa olahraga seperti berlari mengaktifkan bahan kimia otak yang dapat mengurangi kecemasan. 

Menurut Dr Cassiday, jika kamu mengalami kecemasan dan stres, rata-rata orang dapat meminimalkannya dengan berolahraga, melatih gerakan berbasis mindfulness seperti yoga atau Tai Chi.

Latihan aerobik dan non-aerobik juga telah dikaitkan dengan manajemen kecemasan yang lebih baik.

4. Ketahui Pemicu Kamu

Baca Juga: Persentase Pendataan Identitas Kependudukan Digital di Sumedang Masih Rendah, Disdukcapil akan Lakukan Jemput Bola

Sebuah pemicu tertentu dapat membuat kecemasan terulang kembali atau bahkan memburuk. 

Perubahan mendadak dalam hidup seperti memiliki bayi, diberhentikan dari pekerjaan, atau memiliki anak yang sakit dapat menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran menjadi berlebihan.

Apa yang terjadi ialah stres yang meningkat di beberapa titik menjadi luar biasa dan mengganggu sistem alarm di otak dan tubuh. Itu bisa imajiner atau nyata dan masih memicu stres yang sama. 

Bagi mereka yang mengalami gangguan kecemasan, pemicunya bisa berupa apa saja yang membuat mereka merasa tidak pasti atau seperti kurang memiliki kendali, seperti terbang, keramaian, atau tekanan di tempat kerja, sedangkan bagi mereka yang mengalami serangan panik, pemicunya bisa berupa apa saja. perubahan fisik yang dirasakan. 

Perlu diperhatikan juga bahwa serangan panik terjadi tiba-tiba tanpa pemicu sama sekali.

5. Dapatkan Tidur yang Cukup

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI