SUARA SUMEDANG – BRI Liga 1 pekan ketiga diwarnai kerusuhan antar supporter membuat PSSI ikut geram.
Pasalnya Kejadian di Kanjuruhan Malang seolah tidak menjadi pembelajaran bagi para suporter klub.
Imbasnya Indonesia sampai gagal menjadi tuan rumah piala dunia U-20, dan kini masih terus diawasi oleh federasi sepak bola diberbagai negara termasuk FIFA.
Kini Ketua Umum PSSI Erick Thohir memiliki rencana untuk memberikan sanksi pengurangan poin bagi klub yang supporternya membuat kerusuhan.
Nampak rencana tersebut kini mendapat dukungan dari Sekretaris Jenderal Presidium Nasional Indonesia (PNSSI).
Namun ada catatan, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus komitmen dan juga gencar mensosialisasikan kepada klub maupun suporter.
“Kalau saya sih melihatnya begini, itu pembelajaran buat siapapun buat teman-teman suporter termasuk klub bahwa memang kalau itu sudah ada dalam aturan rule of the gamenya atau regulasinya yang sudah disampaikan dalam manager meeting dan juga di workshop Panpel dan seterusnya. Kalau itu sudah menjadi pemberlakuan harus komit,” ungkap Richard pada awak media, Rabu (19/7/2023).
Diketahui jika selama tiga pekan sudah ada kerusuhan dua kali yang terlihat, tercatat ada di Stadion Gelora BJ Habibie kandang PSM Makassar dan juga Brawijaya markas Persik Kediri. (*)
Baca Juga: Syahnaz Tersenyum Bahagia Naik Jet Pribadi Saat Lady Nayoan Kekeh Ingin Cerai dengan Rendy Kjaernett