SUARA SUMEDANG - Setelah melewati ujian Pandemi Coavid-19, tantangan yang harus segera dihadapi adalah bagaimana bisa memulihkan perekonomian di desa.
Untuk bisa bangkit dan mencegah pariwisata di desa menjadi mati suri, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ridwan Solichin, mengajak warga yang memiliki keahlian mengelola media sosial untuk mempromosikan pariwisata di Sumedang.
Berikut adalah sejumlah cara Kang Rinso sapaan Ridwan Solichin untuk bisa menjaga dan meningkatkan potensi desa menjadikan Sumedang unggul di bidang pariwisata.
1. Kang Rinso menganggap sosialisasi Perda Desa Wisata sangat penting. Tujuannya adalah agar Perda ini dapat dilaksanakan secara efektif, dengan harapan bahwa sektor wisata akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di desa-desa.
2. Sasaran sosialisasi ini mencakup masyarakat umum dan kelompok dunia usaha.
3. Sosialisasi Perda ini menunjukkan keseriusan DPRD Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pelaksanaan efektif Perda Desa Wisata. Perda ini mengatur kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan, termasuk pemetaan desa wisata sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa.
4. Ridwan Solichin juga menyoroti pentingnya aspek pendukung dalam konsep desa wisata, seperti infrastruktur. Ia menyebut adanya program-program seperti Jamu Desa (Jalan Mulus Desa) dan Jantung Desa (Jembatan Gantung Desa) yang dapat berkolaborasi dengan Desa Wisata.
5. Pelaksanaan Perda Desa Wisata diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat setelah pandemi COVID-19. Masyarakat desa diharapkan dapat mengoptimalkan potensi wisata yang ada di desanya untuk meningkatkan perekonomian.
6. Selain itu, Perda ini diharapkan dapat menghidupkan kembali potensi wisata desa yang sebelumnya mati suri akibat pandemi. Promosi wisata diharapkan dapat diperkuat melalui media sosial dan katalog wisata online.
Baca Juga: Usai Timnas Indonesia U-17 Kalah dari Korea Selatan, Ketua PSSI Erick Thohir Ungkap Hal Ini
7. Untuk memaksimalkan dampak positif dari pengembangan desa wisata, pemberdayaan masyarakat desa wisata menjadi kunci. Masyarakat desa diharapkan aktif dalam penyediaan souvenir, kuliner, dan produk lokal yang berkaitan dengan desa wisata. (*)