Dalam pemeriksaaan dari Polisi Kebumen tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh Tanto. Korban ditemukan oleh warga pada Minggu, 11 September 2022, sekitar pukul 06.00 WIB.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Tim Inafis Polres bersama Polsek Karanganyar, diduga korban meninggal setelah terjatuh dari 'pohon', kata Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Aiptu Public. Menurut informasi dari keluarganya, Tanto menghilang setelah dua hari tidak pulang ke rumah. Korban berangkat pada Kamis, 8 September 2022 pukul 10.00 WIB.
Saat itu, Tanto pamit kepada anggota keluarga di rumahnya untuk memanen melinjo di kawasan hutan Blok Curug, Desa Grenggeng, Karanganyar, Kebumen.
Namun, Tanto tidak kembali sampai malam. Padahal, biasanya dia pulang sebelum petang. "Biasanya dia sore sudah pulang. Saat itu korban belum pulang, keluarga sempat mencarinya," kata Aiptu Catur.
Petugas melakukan pencarian setelah kejadian. Mencari hari pertama tanpa hasil dan melanjutkan hari berikutnya, tetapi tidak berhasil.
Kemudian, pada hari ketiga, pencarian yang melibatkan keluarga dan aparat desa berhasil menemukan korban, tetapi dia sudah meninggal.
"Korban ditemukan di jurang, sekitar 20 meter di bawah melinjo. Korban diduga terjatuh saat memanjat pohon," jelas Aiptu Catur.
Di atas pohon, gantung tas berisi melinjo yang diduga kuat milik korban saat memetik melinjo.
Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan tim medis Puskesmas Karanganyar, korban mengalami luka di kepala dan memar di bagian dada akibat benturan saat terjatuh. Jenazah kini telah dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca Juga: Bandung Dikepung Banjir hingga Macet Parah Akhir Pekan Kemarin, Pemkot Buka Suara