Ratusan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Jawa Timur menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur Jawa Timur pada Rabu (21/09/2022). Akan tetapi, aksi demo tersebut berakhir dengan mahasiswa yang pulang dengan tangan kosong karena tidak menemukan kesepakatan.
Mahasiswa yang demo mendesak supaya bisa bertemu secara langsung dengan Khofidah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur atau wakilnya Emil Elestianto Dardak. Rombongan mahasiswa UPN Jatim ini membawa 12 tuntutan yang ingin disampaikan langsung oleh pemimpin Jawa Timur tersebut.
Mereka menolak perwakilan pemerintah provinsi yang bertugas menjembatani pesan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Djenggala Prasandi dalam orasinya yang mengungkapkan jika kekuatan membuat kebijakan merupakan keputusan gubernur.
Hal tersebut menjadi dasar mengapa mereka ingin menyampaikan langsung aspirasinya di hadapan gubernur Jawa Timur. Akan tetapi, hingga sore hari ternyata baik Gubernur maupun Wagub Jawa Timur tidak terlihat menemui massa yang berdemo.
Akan tetapi, massa yang masih berstatus mahasiswa ini ditemui oleh Heru Wahono Santoso selaku Kepala Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Timur selaku perwakilan pemerintah provinsi. Massa aksi ingin Heru bisa menelpon gubernur Jawa Timur agar bisa berdialog untuk menyalurkan aspirasinya.
Namun, Heru menolak permintaan tersebut sampai akhirnya hingga aksi berakhir tidak ada kesepakatan dalam demonstrasi ini.