Kebun Raya Mangrove Semakin Diminati Pengunjung, Pemkot Surabaya Berharap Bisa Jadi Wisata Edukasi

Surabaya

Jum'at, 30 September 2022 | 20:16 WIB
Kebun Raya Mangrove Semakin Diminati Pengunjung, Pemkot Surabaya Berharap Bisa Jadi Wisata Edukasi
Ilustrasi wisata mangrove (Kemenparekraf)

Kebun Raya Mangrove merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di Surabaya yang memiliki banyak pengunjung. Pemerintah Kota Surabaya ingin menata kembali kawasan wisata alam dan konservasi mangrove yang ada di Medokan Sawah dan Gunung Anyar.

Pemkot Surabaya berencana untuk menjadikan Kebun Raya Mangrove sebagai objek liburan dengan konsep wisata edukasi yang juga bisa digunakan untuk penelitian.

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya menyamapaikan bahwa Kebun Raya Mangrove tersebut akan diperbaharui lagi konsepnya. Kebun Raya Mangrove yang ada di Gunung Anyar akan dibangun wahana susur sungai atau perahu guna menampilkan keindahan ekosistemnya.

Wahana susur sungai ini bertujuan untuk memperlihatkan pada pengunjung bahwa di objek wisata tersebut terdapat flora dan fauna yang cantik. Kebun raya ini memiliki koleksi 57 spesies tanaman mangrove serta 28 jenis burung.

Wali Kota Surabaya menyakini bahwa pembauan konsep kebun mangrove Medokan Sawah dan Gunung Anyar sebagai objek wisata edukasi akan bisa menunjukkan keindahan alam kota Surabaya. Eri Cahyadi juga memiliki rencana untuk membangun jembatan penghubung mangrove Gunung Anyar dan Medokan Sawah.

Pemkot Surabaya menargetkan kawasan wisata edukasi tersebut sudah bisa diakses sepenuhnya tahun depan. Pengunjung nantinya bisa menikmati beberapa kegiatan menarik, mulai dari waana bermain anak (outbond), belajar, hingga berbagai spot foto menarik.

Antiek Sugiharti selaku Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan juga menjelaskan bahwa pihaknya tengah berdiskusi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional mengenai konsep wisata edukasi tersebut. Pihaknya akan fokus menyelesaikan segala persyaratan hingga akhir Desember 2022 mendatang.

Menurut Antiek, konsep yang dipilih harus berkaitan dengan wawasan lingkungan serta kondisi di objek wisata. Pemerintah Kota Surabaya juga harus merancang infrastruktur dengan standar internasional dan memperhatikan beberapa aspek karena wilayah ini tergolong dalam area konservasi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Tetapkan Tersangka Insiden 2 Fotografer Tewas di Wisata Mangrove

Polisi Tetapkan Tersangka Insiden 2 Fotografer Tewas di Wisata Mangrove

Batam | Sabtu, 11 September 2021 | 11:35 WIB

Jatuh ke Sungai saat Selfie, 2 Fotografer Tenggelam di Wisata Mangrove Bintan

Jatuh ke Sungai saat Selfie, 2 Fotografer Tenggelam di Wisata Mangrove Bintan

Riau | Selasa, 07 September 2021 | 09:00 WIB

Dua Fotografer Tewas Tenggelam saat Syuting di Wisata Mangrove Bintan

Dua Fotografer Tewas Tenggelam saat Syuting di Wisata Mangrove Bintan

Riau | Senin, 06 September 2021 | 17:12 WIB

Terkini

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:52 WIB

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:36 WIB

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34 WIB

Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:24 WIB

Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC

Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC

Bogor | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:14 WIB

Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!

Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA

Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA

Banten | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:57 WIB

Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke

Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:53 WIB

×