Kisah Pilu ART, Disiksa Pakai Air Cabai Hingga Ditelanjangi

Surabaya

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 08:49 WIB
Kisah Pilu ART, Disiksa Pakai Air Cabai Hingga Ditelanjangi
Kisah Pilu ART, Disiksa Pakai Air Cabai Hingga Ditelanjangi (suara.com)

Itulah yang diinginkan Ceceng, karena Riska mendapat perlakuan buruk dari majikannya.

Risk diketahui bekerja sebagai pembantu rumah tangga di apartemen Ajeng Adelia dan suaminya Riki.

Karena kinerjanya dinilai kurang baik, korban dipukul, ditendang, dicukur hingga kepalanya plontos, disiram air cabai dan ditelanjangi.

Ceceng ingin para pelaku segera diadili agar tidak ada lagi kekerasan terhadap ART.

"Intinya Rizki yang seorang ART butuh perlindungan. Supaya tidak ada lagi ART lain yang mengalami kekerasan seperti yang Riski alami," kata Ceceng saat konferensi pers virtual, Rabu (26/10/2022).

Lita Anggaraini, Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), memperkirakan kekerasan yang dialami Riski bukan yang pertama kali terjadi. Setiap hari JALA ART sering menerima keluhan serupa.

Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya proses rekrutmen dan penempatan yang jelas. Lita kemudian menyebut calon ART yang tidak memiliki perlindungan atau informasi selama bekerja.

Hal ini menjadi masalah serius karena seringkali berujung pada kekerasan terhadap ART.

"Penting untuk pemerintah bahwa pelatihan untuk ART yang terkait dari pra bekerja hingga pasca bekerja itu penting karena supaya ART mengetahui kalau kita mau bekerja itu dengan siapa kita bekerja, alamatnya di mana terus situasinya kerja gimana kewajibanya seperti apa dan bagaimana kalau terjadi persoalan-persoalan akses bantuan itu hal yang pokok."

baca juga

Mengadu ke KSP

Sebelumnya, Riski sempat mengadukan perbuatan majikannya ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada Selasa (25/10/2022).

Riski datang bersama pamannya Ceceng dan aktivis  Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (Jala ART). Ia ditemui Moeldoko, wakil anggota II Abetnego Tarigan dan ketua ahli dr. Noch T. Mallisa.

Riski mengaku kepada Moeldoko bahwa dirinya adalah korban kekerasan majikannya berupa siksaan fisik dan mental. Seperti pemukulan, disiram dengan air cabai, sampai kekerasan verbal berupa ancaman-ancaman.

Tak cukup, gadis 18 tahun itu juga mengaku tidak mendapat hak penuh atas pekerjaan yang dilakukan. Jika majikan selalu memotong gaji yang dijanjikan, yaitu 1.800.000 rubel per bulan, setiap kali dia melakukan kesalahan.

“Satu bulan saya digaji satu juta delapan ratus. Tapi selalu dipotong kalau saya melakukan kesalahan. Enam bulan kerja, saya hanya bisa bawa pulang uang dua juta tujuh ratus saja bapak,” ucap Riski lirih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warganya Dapat Siksaan Majikan Bupati Cianjur Minta Usut Tuntas

Warganya Dapat Siksaan Majikan Bupati Cianjur Minta Usut Tuntas

Cianjur | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 13:03 WIB

Kisah Pekerja Rumah Tangga di Tengah RUU PRT yang Belum Disahkan

Kisah Pekerja Rumah Tangga di Tengah RUU PRT yang Belum Disahkan

News | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 09:54 WIB

Kejamnya ASN Aniaya Pekerja Rumah Tangga, Riski Nur Askia sampai Mengadu ke Moeldoko

Kejamnya ASN Aniaya Pekerja Rumah Tangga, Riski Nur Askia sampai Mengadu ke Moeldoko

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:54 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB