SuaraCianjur.id - Bupati Cianjur Herman Suherman minta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur, mendampingi Pembantu Rumah Tangga (PRT) asal Cianjur atas nama Riski Nur Askia (18).
Seperti diketahui, Riski sendiri menjadi korban penyiksaan dari majikannya hingga proses hukumnya tuntas di meja hijau.
Herman mengaku prihatin warganya dapat penyiksaan yang sangat tidak manusiawi karena disiram air cabai dan tidur dalam keadaan telanjang di lantai.
![Riski Nur Askia mengadu langsung ke Moeldoko [Foto : Suara.com / ANTARA - Rangga Pandu Asmara Jingga]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/10/27/1-riski-nur-askia.jpg)
"Saya minta kasusnya harus diusut sampai tuntas, Disnakertrans Cianjur saya minta mendampingi korban agar pelaku mendapat hukuman setimpal dan saya minta hak korban dapat diberikan majikannya," kata Herman, seperti dikutip dari Antara.
Untuk antisipasi kejadian serupa, Disnakertrans dan aparatur kecamatan hingga desa, diminta lakukan pendataan serta mengawasi warganya yang bekerja di luar daerah sebagai PRT.
"Untuk menjaga hal serupa tidak menimpa pekerja asal Cianjur lainnya, saya minta aparatur mulai dari kecamatan hingga RT, untuk melakukan pendataan dan memastikan keberadaan pekerja asal Cianjur dalam kondisi sehat, aman dan nyaman saat bekerja terutama di luar kota," katanya. (*)
Sumber : Antara