Kejamnya ASN Aniaya Pekerja Rumah Tangga, Riski Nur Askia sampai Mengadu ke Moeldoko

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:54 WIB
Kejamnya ASN Aniaya Pekerja Rumah Tangga, Riski Nur Askia sampai Mengadu ke Moeldoko
Pekerja rumah tangga (PRT) asal Cianjur, Jawa Barat, Riski Nur Askia yang menjadi korban kekerasan majikannya mengadu ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Selasa (25/10/2022). (Dok. KSP)

Suara.com - Pekerja rumah tangga atau PRT asal Cianjur, Jawa Barat bernama Riski Nur Askia mengalami kekerasan dari majikannya yang merupakan seorang ASN bernama Ajeng Adelia dan suaminya Riki. Dengan alasan kerjanya dianggap tidak bagus, Riski dipukul, ditendang, rambutnya dicukur hingga kepalanya plontos, disiram air cabai hingga ditelanjangi.

Tak tinggal diam, Riski pmengadukan perbuatan majikannya ke Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada Selasa (25/10) kemarin. Pada Moeldoko, Riski mengaku menjadi korban kekerasan oleh sang majikan berupa penyiksaan secara fisik maupun psikis. Simak fakta pilu PRT disiksa majikan sampai ngadu ke Moeldoko berikut ini.

Alami Kekerasan dari Majikan

Riski Nur Asikia diketahui bekerja menjadi PRT di kediaman Ajeng Adelia dan suaminya Riki. Dikarenakan kinerjanya dianggap tidak bagus, Riski dipukul, ditendang, rambutnya dicukur hingga kepalanya plontos, disiram air cabai hingga ditelanjangi. Saudara Riski, Ceceng menceritakan praktik kekerasan itu dilakukan oleh majikannya ketika merasa tidak puas dengan kinerja Riski sebagai PRT. 

Menurut Ceceng, majikan yang bernama Ajeng itu menelanjangi Riski sembari divideo. Video itulah yang jadi alat ancaman bagi Riski jika berani melaporkan tindakannya ke orang lain. Ceceng menyebut hal itu bukan hanya terjadi satu kali saja, bahkan satu waktu Riski pernah ditelanjangi oleh majikannya dan disuruh tidur di balkon semalaman. 

Disebutkan bahwa penelanjangan itu hanya satu dari sederet kekerasan yang dilakukan majikannya pada Riski. Pemukulan dan penendangan pun pernah dialami Riski sejak jadi PRT di rumah Ajeng.

Mirisnya lagi ketika Riski mengantuk saat sedang menyetrika. Sang majikan menyuruh pembantu lainnya untuk mengiris cabai dan mencampurinya dengan air dalam mangkuk lalu disiram ke wajah Riski. Ceceng juga mengungkap Riski pernah disiram oleh air bubuk lada.

Majikan Tak Pernah Membawa ke RS 

Selain itu Ceceng menceritakan Riski pernah diminta untuk mengejar anak majikannya yang tengah berlari. Namun bukan dengan mulut, perintah itu dilayangkan oleh suami majikannya lewat tendangan. Disebutkan bahwa tendangan suami majikannya itu menyebabkan kaki Riski sakit hingga harus berjalan pincang sampai saat ini.

baca juga

Bukan hanya ke kaki, Riski pun pernah dipukul di area kepala hingga meninggalkan bekas lebam. Meski kejadiannya sudah sejak satu bulan lalu, namun lebam itu masih berbekas di kepala Riski. 

Selain itu Ceceng mengungkap pemukulan kerap dilakukan majikan ke area telinga Riski. Walau melihat Riski terluka, namun sang majikan tak pernah membawanya ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan.

Digaji Tak Sesuai

Riski yang berusia 18 tahun itu juga mengaku tidak mendapatkan hak penuh atas pekerjaan yang sudah ia lakukan. Pasalnya gaji yang dijanjikan senilai Rp1,8 juta per bulan selalu dipotong oleh majikan setiap Riski melakukan kesalahan. Selama 6 bulan bekerja, Riski hanya mendapat gaji Rp2,7 juta. 

"1 bulan saya digaji satu juta delapan ratus, tapi selalu dipotong kalau saya melakukan kesalahan. 6 bulan kerja, saya bawa pulang uang dua juta tujuh ratus saja bapak," ungkap Riski lirih.

Awal Mula Kerja Dengan Majikan Ajeng

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Siksaan ASN Ajeng Adelia Untuk Riska Pembantunya

8 Siksaan ASN Ajeng Adelia Untuk Riska Pembantunya

Cianjur | Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:35 WIB

Dalih Kerja Kurang Bagus, Pasutri di Depok Tega Aniaya PRT

Dalih Kerja Kurang Bagus, Pasutri di Depok Tega Aniaya PRT

Depok | Kamis, 27 Oktober 2022 | 12:27 WIB

Cerita Pilu PRT Riski: Habis Disiksa Sampai Ditelanjangi, Cuma Dibayar Rp 2,7 Juta Untuk 6 Bulan Kerja

Cerita Pilu PRT Riski: Habis Disiksa Sampai Ditelanjangi, Cuma Dibayar Rp 2,7 Juta Untuk 6 Bulan Kerja

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 07:58 WIB

Terpopuler: Ekpresi Tak Biasa Ferdy Sambo Usai Brigadir J Tewas, Heboh Adu Jotos Taruna Kemenhub di Monas

Terpopuler: Ekpresi Tak Biasa Ferdy Sambo Usai Brigadir J Tewas, Heboh Adu Jotos Taruna Kemenhub di Monas

Jakarta | Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:05 WIB

Disiksa, Disiram Air Cabai hingga Ditelanjangi, Keluarga Ingin Majikan PRT Riski Segera Ditangkap

Disiksa, Disiram Air Cabai hingga Ditelanjangi, Keluarga Ingin Majikan PRT Riski Segera Ditangkap

News | Rabu, 26 Oktober 2022 | 22:47 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×