Meski kompetisi Liga 1 Indonesia masih belum bergulir dan jadwal pertandingan juga kini belum jelas, Persib Bandung terus meningkatkan intensitas latihan mereka.
Baru-baru ini mereka meng-update sesi foto yang menunjukkan dua pemain mereka yakni Bruno Alves dan Ahmad Jufriyanto yang sedang berlatih di lapangan. Keduanya terlihat serius melakukan latihan.
Dilansir dari lama resmi klub, latihan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran para pemainnya di tengah kondisi liga yang masih tidak menentu.
Sebelumnya, meraka juga telah melakukan latihan daring yang dipantau langsung oleh pelatih Luis Milla dari Madrid Spanyol.
Pelatih fisik PERSIB, Yaya Sunarya mengatakan, latihan lebih fokus aerobik pada sesi latihan di Stadion PERSIB, Selasa 1 November 2022.
“Tadi intensitasnya semakin naik. Kita buat aerobic endurance dan semua dengan permainan. Tapi tetap ada unsur kondisi fisik seperti biasa,” kata Yaya.
Dikatakan, pelatih Luis Milla memprogramkan gim di setiap akhir pekan, baik pertandingan, gim internal, latih tanding ataupun uji tanding dengan tim selevel. Yaya mengatakan sejauh ini pihaknya masih mencari lawan tanding.
“Di akhir pekan itu ada uji tanding. Kita masih mencari tim yang akan beruji tanding termasuk untuk di hari Sabtu ini. Kalaupun misalnya nanti tidak ada kemungkinan akan dilakukan game internal," katanya.
Yaya menjelaskan program pertandingan sangat penting bagi pemain. Satu di antaranya adalah melihat hasil latihan selama setiap minggunya.
Baca Juga: Resmi Kirim Surat ke FIFA, PSSI Berharap Dapat Balasan Sebelum 7 November
Menurutnya, tim pelatih juga bisa melihat pemain menyerap program latihan yang diberikan setiap harinya. Sebab, setiap latihan ada target yang disampaikan kepada pemain.
Yaya mengatakan, perkembangan fisik pemain juga nantinya bisa dilihat dari tiap sesi latihan yang dijalani. Tidak hanya soal fisik, kata Yaya, insting dan feeling pemain juga menjadi pertimbangan bagi para pemain dalam bermain di lapangan.
“Lalu di game itu kita bisa melihat perkembangan kondisi fisik pemain. Dari situ kita juga dapat feeling atau intuisi dari pemain ketika menghadapi tim lawan yang berbeda, bukan menghadapi tim sendiri. Tentunya itu menjadi bahan dan perbandingan dari progres kita supaya bisa lebih baik lagi,” jelanya.