Pihak keamanan penyelenggara pertandingan kompetisi sepak bola Indonesia yang dalam hal ini dilakukan oleh Mabes Polri melakukan risk assessment atau penilaian risiko terhadap sistem manajemen penyelenggaraan keamanan kompeitisi olahraga di stadion-stadion yang menjadi peserta BRI Liga 1 2022/2023.
Tim yang sudah didatangi Mabes Polri diantaranya Stadion Pakansari Bogor milik Persikabo 1973, Stadion Brawijaya milik Persik Kediri dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar milik Bali United.
Kemarin, tim perwakilan penilaian dari Mabes Polri yang dipimpin oleh Kombs Pol Yacobus Sukirno beserta anggota tim yaitu Kombes Pol Harri Sindu Nugroho, Kompol Agus Indrianto, Mangasa Ritonga, dan Deka Satya Ardaputra yang bertugas memberikan Risk Assessment terhadap Stadion Dipta mendatangi markas Bali United di Gianyar Bali, mereka melakukan penilan selama dua hari mulai Selasa-Rabu (27-28/12/2022).
Yacobus Sukirno menuturkan bila Stadion Dipta memiliki nilai lebih dibandingkan beberapa stadion lainnya di Indonesia. Hal itu tidak lepas dari suasana dan pelaksanaan kompetisi lokal dan internasional yang pernah diselenggarakan di stadion kebanggaan masyarakat Bali ini.
"Stadion Dipta ini memiliki kelebihan yaitu manajemen dengan infrastruktur pelaksananya yang terhubung dengan baik dan berbeda dari stadion lain di Indonesia. Harapannya memang kedepannya bisa membuat stadion terlihat nyaman, aman dan tertib," ungkap Yacobus.
Meski dirasa sudah memenuhi standar karena kesuksesan di Piala AFC, Champions Asia, dan ajang internasional lainnya, namun Stadion Dipta tetap harus mendapat penilaian penting untuk mendapatkan suasana stadion yang aman, tertib, dan nyaman untuk semua kalangan yang hadir ke Stadion Dipta.
Adapun aspek penilaian risiko terhadap manajemen pengamanan penyelenggaraan kompetisi olahraga ini yaitu kelaikan stadion, kelengkapan stadion, kesehatan, data kegiatan kompetisi dan suporter.
Aspek kelima tersebut dirasa menjadi acuan penting untuk diperhatikan oleh manajemen dan panitia pelaksana sebuah tim yang memakai home base stadon terkait tersebut.
Hari pertama ini pun lebih banyak diskusi mengenai penyelesaian dari kelima aspek penilaian tersebut dan hari kedua pada Rabu (28/12) besok menuju pada agenda wawancara di masing-masing panitia pelaksana Stadion Dipta.
Baca Juga: Jupe Berharap Persib Tetap dengan Semangat dan Motivasi yang Sama Tatap Putaran ke-2 BRI Liga 1
Ketua pelaksana pelaksana, I Ketut Suantika mengapresiasi langkah-langkah Risk Assessment yang dilakukan Mabes Polri menjadi salah satu langkah yang baik untuk mendukung pelaksanaan kompetisi sepak bola di Indonesia.
"Kami dari manajemen Bali United dan panitia pelaksana Stadion Dipta berharap kegiatan ini menuai hasil yang baik terhadap penilaian stadion ini. Selain itu kami terbuka juga untuk menerima masukan dari tim Assessment Mabes Polri agar kami manajemen dan panitia pelaksana bisa lebih baik dalam melaksanakan suatu kegiatan event pertandingan lokal maupun internasional," pungkas Ketut Suantika.