Pelatih Paris Saint Germain Christophe Galtier sedang berusaha meredam konflik yang bisa memecah belah skuadnya terutama hubungan Lionel Messi dan Kylian Mbappe pasca Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kylian Mbappe terus diejek oleh Emiliano Martniez dalam perayaan kemenangan Argentina setelah sukses mengalahkan Prancis di partai final lewat drama adu penalti. Kiper Aston Villa itu terlihat merayakan kemenangan Argentina dengan memikul bonek berwajah Mbappe di tangannya.
![Emiliano Martinez terus mengejek Kylian Mbappe setelah Argentina memenangkan Piala Dunia [Twitter]](https://media.suara.com/suara-partners/surabaya/thumbs/1200x675/2022/12/28/1-emiliano-martinez-terus-mengejek-kylian-mbappe-setelah-argentina-memenangkan-piala-dunia.jpeg)
Messi dan Mbappe tampil heroik di final Piala Dunia. Keduanya sama-sama menunjukkan kualitas terbaiknya dengan kontribusi gol dan menjadi arus utama serangan dari masing-masing negaranya.
Messi berada di samping Martinez di sepanjang jalan perayaan kemenangan Argentina di Buenos Airez. Hal itu menimbulkan pertanyaan apakah akan ada ketegangan antara dirinya dan Mbappe ketika mereka kembali ke Paris.
Galtier, bagaimanapun bersikeras bahwa tindakan Martinez harus dipisahkan dari tindakan Messi. "Saya akan fokus pada hubungan di antara mereka. Itu bukan Leo Messi yang membungkam orang lain. Apa yang saya lihat setelah final, apa yang saya alami, adalah tidak ada alasan untuk mencampuradukkan hal-hal ini karena perilaku kiper. Terserah padanya," kata Galtier.
"Yang penting bagi saya adalah hubungan antar pemain. Kylian Mbappe memiliki sikap yang sangat baik, meski kalah. Tentu saja, dia sangat kecewa, tetapi dia melakukannya dengan cara yang berkelas. Dia memberi selamat kepada Leo Messi dan itu adalah hal yang sangat baik untuk klub dan tim," imbuhnya.
Galtier mengatakan, Messi dan Mbappe harus bersatu secara efektif jika mereka dan PSG ingin mencapai tujuan mereka musim ini. Seperti yang diharapkan, mereka duduk di puncak Ligue 1, tetapi di tahun baru akan menghadapi Bayern Munich di babak 16 besar Liga Champions . Mbappe dan PSG masih mengincar kemenangan Eropa pertama mereka.
Martinez mengambil momen setelah final Piala Dunia untuk menghibur Mbappe, yang duduk termenung di tengah lapangan. Namun, tindakan dan kejenakaannya sejak itu telah menuai banyak kritik.
Salah satunya Patrick Vieira menyarankan agar mereka menghilangkan perayaan tersebut. Manajer Crystal Palace dan legenda Prancis itu mengatakan beberapa gambar yang dilihatnya dari penjaga gawang Argentina mengambil sedikit dari apa yang dicapai Argentina di Piala Dunia.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Usai Manchester United Hantam Nottingham Forest, Rashford Lanjutkan Ketajamannya
"Saya tidak berpikir bahwa mereka benar-benar membutuhkan itu. Terkadang Anda tidak bisa mengendalikan emosi atau keputusan orang, tapi itu adalah keputusan bodoh dari Martinez untuk melakukan itu," katanya.