Fakta Miris Dibalik Kasus Bacaleg PDI P Dituduh Perkosa Anak Kandung hingga Dikeroyok Hampir Mati

Surabaya

Kamis, 20 Juli 2023 | 14:10 WIB
Fakta Miris Dibalik Kasus Bacaleg PDI P Dituduh Perkosa Anak Kandung hingga Dikeroyok Hampir Mati
Fakta Miris Dibalik Kasus Bacaleg PDI P Dituduh Perkosa Anak Kandung hingga Dipukuli Massa Sampai Hampir Mati. (Twitter)

Salah seorang bakal calon legislatif (bacaleg) PDI P dari Lombok Barat, MTA beberapa waktu lalu jadi viral lantaran ia dituduh memperkosa anak kandungnya. 

Tuduhan perkosaan terhadap anak kandung ini bahkan membuat MTA dikeroyok massa. Dalam video viral yang beredar, MTA dikeroyok massa yang marah atas kabar tersebut. 

Massa yang beringas menghajar habis-habisan MTA. Ia dipukul, diinjak hingga menyebabkan dirinya tak berdaya. MTA bahkan hampir mati karena aksi main hakim sendiri massa itu. 

Tak berhenti disitu, MTA kemudian dipecat oleh PDI Perjuangan sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) Pemilu 2024. Namun, fakta baru terkuak di kasus viral ini. 

Fakta miris yang terkuak di kasus ini ternyata MTA tak pernah terbukti memperkosa anak kandungnya. Dihimpun dari berbagai sumber, tuduhan kepada MTA ini berawal dari anak perempuannya yang mengatakan bahwa ia telah dirusak bapak. 

"Aku udah dirusakin sama bapak," kata anak TH yang perempuan ini. Kata-kata ini kemudian didengar oleh anak laki-laki TH dengan inisial SS. 

Menurut kuasa hukum SS, kliennya itu sebelum kejadian sang ayah dikeroyok massa sempat diancam dan didatangi orang tak dikenal. 

Orang tak dikenal itu kemudian memaksa SS agar membenarkan tuduhan bahwa MTA memperkosa anak perempuannya. SS bahkan sempat mendapat intimidasi dari orang tak dikenal itu agar menuduh ayahnya. 

Perihal kata-kata anak perempuanya bahwa ia dirusak oleh sang ayah ternyata hanya bentuk kekecewaan karena tak juga dibelikan sesuatu oleh MTA. 

baca juga

Sontak saja fakta miris dibalik kasus viral ini membuat netizen memberikan banyak komentar. 

"Ya Allah, bapaknya udh dihajar hampir meninggal, udh dipecat juga, ternyata cuma salah paham kalo yg dirusak itu maksudnya rasa kecewanya karna anaknya minta dibelikan sesuatu tapi gak dibelikan," cuit salah satu netizen. 

"Jadi si anak ngehubungin kakanya yg ga serumah, bilang udh dirusak sama bapanya. Nah si kaka berpikiran negatif (dilecehkan), pdhl maksud si adek, kalau gasalah karena bapanya pelit. Jadi kakanya marah, terus si bapaknya jd bulan2an masa," sambung akun lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bule AS Kaget Sampai Melotot Saat Tahu Upah Minimum Pekerja Indonesia

Bule AS Kaget Sampai Melotot Saat Tahu Upah Minimum Pekerja Indonesia

Bisnis | Kamis, 20 Juli 2023 | 14:05 WIB

Video Aksi Freestyle di Jalanan Viral, Remaja di Malang Akhirnya Minta Maaf

Video Aksi Freestyle di Jalanan Viral, Remaja di Malang Akhirnya Minta Maaf

Malang | Kamis, 20 Juli 2023 | 11:55 WIB

Pria Viral Palak hingga Aniaya Warga Jalan Delima Pekanbaru Diburu Polisi

Pria Viral Palak hingga Aniaya Warga Jalan Delima Pekanbaru Diburu Polisi

Riau | Kamis, 20 Juli 2023 | 11:22 WIB

Viral Korban Begal Lapor Polisi Dicuekin karena Alasan Lagi Pergantian Piket, Netizen: Kata Slank, Polisi Baik Hati?

Viral Korban Begal Lapor Polisi Dicuekin karena Alasan Lagi Pergantian Piket, Netizen: Kata Slank, Polisi Baik Hati?

Surabaya | Kamis, 20 Juli 2023 | 11:16 WIB

Terkini

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:10 WIB

Viral Peserta Pria Pakai Kebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Surakarta

Viral Peserta Pria Pakai Kebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Surakarta

Surakarta | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:08 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:43 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video

Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video

Jabar | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:41 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB