Meskipun sebagai mantan penjajah Indonesia yaitu negara Belanda, ternyata masih memiliki beragam koleksi foto, video, dan peninggalan Indonesia pada zaman dulu yang tersimpan di beberapa museum di Belanda.
Tropenmuseum, Amsterdam
![Tropenmuseum, Amsterdam [Instagram]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/08/11/1-tropenmuseum-amsterdam.jpg)
Tropenmuseum, Amsterdam
Didirikan pada tahun 1864, Tropenmuseum merupakan salah satu museum etnografi dan antropologi terbesar di Amsterdam. Museum ini menyimpan berbagai lukisan, wayang, alat musik, patung, senjata kuno, artefak tekstil, rempah-rempah hingga koleksi foto-foto dan video tentang Indonesia pada zaman kolonial Belanda. Tropenmuseum dipercaya sebagai museum yang paling banyak memiliki koleksi peninggalan dari Indonesia.
Museum Volkenkunde, Leiden
![Museum Volkenkunde, Leiden [Instagram]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/08/11/1-museum-volkenkunde-leiden.jpg)
Museum Volkenkunde, Leiden
Museum Volkenkunde yang tak jauh dari Stasiun Leiden Centraal didirikan pada 1837 ini memamerkan berbagai koleksi benda-benda dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sejak tahun 1860, Museum Volkenkunde mulai mengumpulkan benda-benda yang berasal dari Indonesia yang didapatkan dengan berbagai cara, yaitu dari ekspedisi ilmiah, temuan arkeologi, rampasan perang, dan hibah dari pameran dunia. Patung arca dari kerajaan Singasari dan kerajaan nusantara lainnya, kain dan pakaian adat dari suku khas Indonesia, senjata daerah seperti keris dan badik adalah beberapa barang yang dikoleksi di museum ini.
Perpustakaan Leiden, Leiden
![Perpustakaan Leiden, Leiden [Instagram]](https://media.suara.com/suara-partners/tangsel/thumbs/1200x675/2022/08/11/1-perpustakaan-leiden-leiden.jpg)
Perpustakaan yang telah berdiri sejak tahun 1587 ini memiliki manuskrip kuno Indonesia sebanyak sekitar 26 ribu, bahkan lebih banyak dari Perpustakaan Nasional Indonesia yang hanya memiliki sekitar 10ribu manuskrip. La Galigo dan Babad Diponegoro merupakan dua koleksi paling berharga yang dimiliki oleh perpustakan ini. Kedua buku tersebut masuk ke dalam daftar warisan UNESCO. Selain itu perpustakaan ini juga menyimpan ratusan surat Kartini beserta lukisan-lukisannya.