Para pemain timnas Iran menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka saat melawan Inggris pada pertandingan pembuka Grup B pada Senin (21/11/2022) kemarin di Stadion Internaisional Khalifa.
Penolakan untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan tersebut sebagai bentuk protes mereka untuk menyatakan sikap anti pemerintah.
Beberapa penggemar bahkan sampai berteriak dan mencemooh lagu kebangsaan dan yang lainnya mengangkatkan tanda bertuliskan “Perempuan, Kehidupan, dan Kebebasan”.
Pelatih timnas Iran, Carlos Queiroz pun mendukung kebebasan berekspresi para pemainnya tersebut. Queiroz mengatakan para pemainnya bebas untuk memprotes hak-hak perempuan di negara asal mereka selama itu sesuai dengan peraturan Piala Dunia dan dalam semangat permainan.
Hal ini dipicu pada kejadian yang menimpa Mahsa Amini seorang tahanan yang berusia 22 tahun yang meninggal di dalam sel tahanan pada bulan September lalu.
Seorang aktivis HAM bahkan mengatakan bahwa lebih dari 400 pengunjuk rasa telah meninggal dunia dan 16.800 lainnya ditangkap dengan perlakuan kasar oleh pasukan keamanan Iran.
Para suporter juga meneriakkan nama “Ali Karimi” di babak pertama, sehubungan dengan mantan pesepakbola yang lantang menyuarakan protes pada pemerintahan Iran.

Kapten Iran, Ehsan Hajsafi sebelum laga dimulai mengatakan bahwa para pemain mendukung dan menghormati mereka yang telah meninggal dunia. Para pemain Iran juga menutupi lencana tim nasional mereka saat memainkan dua pertandingan pemanasan internasional pada bulan September lalu.
Sorakan untuk pihak Iran terdengar keras dan tanpa henti. "Iran. Iran" dibunyikan dengan tabuhan genderang yang dihiasi dengan warna-warna, nama dan peta negara yang terlukis di atasnya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sebut Banyak Anak Santri Mau Belajar Agama Meninggal saat Gempa Cianjur
Di lautan bendera Iran dan Inggris, seorang wanita berdiri dengan poster kecil bertuliskan "Wanita, Hidup, Kebebasan" sebagai solidaritas dengan para pengunjuk rasa di negara asalnya. Dia tidak ingin menunjukkan wajahnya atau membagikan namanya, tetapi dia ingin pesannya tersampaikan.
Pada pertandingan tersebut, Iran sendiri harus mengakui kekalahan dari Inggris dengan skor 6-2. Gol Iran dicetak oleh Mehdi Taremi pada menit ke 65 dan 90+13 melalui titik putih. Sementara itu, gol Inggris diciptakan oleh Jude Bellingham di menit ke 35, Bukayo Saka menit ke 43 dan 62, Raheem Sterling menit ke 45+1, Marcus Rashford menit ke 71, dan Jack Grealish menit ke 90.
Dengan hasil ini Inggris mencatatkan kemenangan terbesar pada laga pembuka di Piala Dunia dan mencetak 6 gol untuk kedua kalinya yakni dalam kemenangan mereka atas Panama di Piala Dunia 2018 lalu dengan skor 6-1.