TANTRUM – Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan riset di bidang teknologi diesel biohidrokarbon dan bioavtur. Riset ini bagian dari perjanjian kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan teknologi diesel biohidrokarbon dan bioavtur, Selasa (16/8/2022).
Kerja sama tersebut dilakukan dengan PT Pertamina, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, PT Kaltim Parna Industri, PT Rekind, Pusri, dan Lemigas.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di PT Kilang Pertamina Internasional, Refinery Unit IV Cilacap. Setelah dilakukan tanda tangan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke lokasi pabrik percontohan teknologi biohidrokarbon dan bioavtur.
Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., mengatakan, melalui kerja sama ini, semakin memperkuat konsep triple helix antara universitas, industri, dan pemerintah dalam bidang kemandirian energi untuk bangsa. ITB sendiri menjadi satu-satunya PTN yang terlibat dalam kerja sama ini.
"Kerja sama ini mungkin adalah satu dari sangat sedikit kisah sukses atau kisah nyata dari konsep triple helix. Harus kita 'viralkan' untuk mengangkat optimisme nasional, agar bertambah banyak kerja sama triple helix lain yg melibatkan berbagai institusi riset di Indonesia. Penerus-penerus pun sudah banyak disiapkan dengan hebat berkat pembinaan yang diteladani oleh Prof. Subagjo," ujar Rektor.
Sementara itu Prof. Subagyo, Guru Besar Fakultas Teknologi Industri sekaligus Kepala Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, menyatakan bahwa penelitian ini adalah persembahan kemandirian energi untuk bangsa.