tantrum

Ide Buat Konten Kreator Indonesia agar Dapat Cuan Banyak

Tantrum Suara.Com
Kamis, 08 September 2022 | 08:01 WIB
Ide Buat Konten Kreator Indonesia agar Dapat Cuan Banyak
Ilustrasi Konten Kreator yang menghasilkan ((True Fanz - pixabay.com))

TANTRUM - Perkembangan teknologi membuka kesempatan luas dalam menghasilkan pundi-pundi pengasilan bagi masyarakat, begitu pula bagi kalangan milenial atau generasi Z. Dengan kata lain, kemajuan teknologi sebagai sebuah penyokong lahirnya lapangan kerja baru. 

Salah satu yang  kini digandrungi masyarakat Indonesia yakni menjadi konten kreator baik pada YouTube, Tiktok, Instagram juga pada platform media sosial lainnya.

Menurut Meithiana Indrasari, dosen Digital Marketing, setiap para pengguna internet bisa memanfaatkan akun media sosialnya buat mendapatkan pengasilan, contohnya sebagai konten kreator yang mengulas pariwisata pada Indonesia.

"Misalnya, menciptakan konten menarik mengenai ke-Indonesiaan baik menurut segi budaya, kesenian, keanekaragaman hayati, juga kekayaan alam," ujar Meithiana Indrasari.

Meithiana Indrasari menyampaikan hal tersebut dalam diskusi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi & Informatika melalui keterangan tertulis, Rabu (7/9/2022). 

Menurut Meithiana para konten kreator diluar negeri banyak yang datang ke Tanah Air hanya buat membuat konten mengenai indahnya alam Indonesia, semestinya para generasi muda hendaknya bisa meningkatkan semangatnya untuk memproduksi konten-konten yang bisa menghasilkan.

"Contoh aksinya seperti dikutip money.co.uk yang memberi penghargaan Indonesia sebagai negara terindah, memiliki 45 gunung berapi, terdapat pula banyak pegunungan, terumbu karang, hutan lindung, garis pantai yang panjang, hutan hujan, serta gletser. Ini bisa jadi modal konten bagi generasi muda," terang Meithiana.

Narasumber lainnya, peneliti Jalin Institute, Nurbaya menyampaikan bahwa kehadiran internet adalah pemberian yang wajib disyukuri warga. 

Tetapi di sisi lain, internet dan media sosial justru dapat menjadi bencana bila pada penggunaannya mengesampingkan etika dalam berinteraksi dalam dunia digital.

Baca Juga: Wagub Uu Akui Telinga dan Mata Pemimpin Terbatas, Butuh Command Center

"Meskipun kita mempunyai hak untuk bebas berpendapat, tetapi tetap saja berlaku batasan apabila mengganggu hak orang lain," ungkap Nurbaya.

Menurut Nurbaya, dalam menghasilkan konten, sejumlah pelanggaran yang perlu dihindari antara lain, melanggar kesusilaan, mengandung perjudian, ancaman dan pemerasan, pencemaran nama baik, dan penyebaran hoaks serta ujaran kebencian.

"Etika hadir sebagai seseorang yang bijak yang bisa mengingatkan kembali bahwa hakikat teknologi merupakan anugerah bagi manusia," imbuhnya. 

Ia mengingatkan bahwa etika dapat digunakan dalam beragam macam platform digital yang secara sadar, tanggung jawab, berintegritas serta menjunjung nilai-nilai kebajikan antarinsan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI