TANTRUM - Oppo dinobatkan sebagai merek ponsel terlaris di Tanah Air selama kuartal dua 2022, menggeser Samsung yang sebelumnya menguasai pangsa pasar ponsel Indonesia. Kabar ini disampaikan firma riset pasar IDC yang baru saja menerbitkan laporan terkait kondisi pasar ponsel di Indonesia.
Laporan itu menyatakan secara keseluruhan di kuartal kedua 2022 Oppo tercatat sebagai penguasa market share Indonesia dengan pangsa pasar 20.6 persen atau naik 1,5 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun lalu.
Menurut PR Manager OPPO Indonesia, Aryo Meidianto A, laporan IDC sesuai dengan data internal perusahaan dan bahwa ponsel 5G di segmen harga menengah, terutama seri Reno7 menjadi andalan perusahaan di triwulan kedua 2022.
"Segmen kelas menengah memang menjadi salah kontribusi terbesar Oppo di pasar smartphone tanah air, memberikan hamper 30%- 40% kontribusi,” ujar Aryo dalam keterangannya, Rabu (21/9/2022).
“Di kuartal kedua ini kami mencatat hal yang sama dengan IDC. Selain lini seri Reno7, Oppo A96 juga memberikan kontribusi market share yang cukup tinggi,” lanjutnya.
Banyaknya portofolio perangkat kelas menengah yang disajikan juga dinilai Aryo menjadi faktor pendukung kenaikan pangsa pasar Oppo selama Q2 2022. Ia mengklaim kalau Oppo cukup kuat menguasai pasar perangkat pada rentang harga Rp 2,9 juta- 5,9 juta.
"Bahkan menurut IDC, 46,9 persen total pengiriman Oppo di 2022 berada pada segmen ini. Strategi untuk meningkatkan pasar 5G Oppo di Indonesia pada kuartal selanjutnya kembali diterapkan melalui peluncuran produk terbaru lini seri Oppo Reno8 yang baru diluncurkan pada Agustus lalu," tutur dia.
Ia mengaku sangat optimis pangsa pasar ponsel 5G akan meningkat di kuartal mendatang setelah kehadiran lini seri Reno8. Terlebih mereka telah merilis tiga ponsel 5G yang mencakup Reno8 5G, Reno8 Z 5G, dan Reno8 Pro 5G.
Untuk memperkuat pasar pada kuartal mendatang, Oppo juga siap menghadirkan beberapa ponsel kelas menengah khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Terus Dorong Pembiayaan Hijau Guna Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan