tantrum

Generasi Kreatif yang Rentan Terluka, 5 Karakter Strawberry Generation

Tantrum Suara.Com
Jum'at, 23 September 2022 | 08:03 WIB
Generasi Kreatif yang Rentan Terluka, 5 Karakter Strawberry Generation
Ilustrasi buah strawberry (pixels)

Itulah mengapa strawberry generation, yang umumnya sudah dibekali dengan kemajuan teknologi sejak kecil, bisa memiliki jaringan sosial yang lebih luas.

4. Mudah menyerah

Mudah menyerah dan lebih mudah sakit hati juga merupakan salah satu karakteristik utama strawberry generation. 

Ini karena strawberry generation jarang mendapat masalah atau tantangan yang bisa membuat mereka menjadi pribadi tangguh, mengingat generasi ini tumbuh besar di zaman serba mudah.

Selain itu, kebanyakan anak-anak generasi strawberry juga sering kali dimanja dan diberi perlindungan berlebih dari orang tuanya. 

Hal inilah yang membuat mereka tidak memiliki banyak kesempatan untuk mencari jalan keluar sendiri bagi masalah yang mereka temukan dalam hidup.

5. Rentan stres

Akses yang mudah terhadap informasi tak jarang juga membuat strawberry generation sering overthinking bahkan stres. 

Sebagai contoh, media sosial yang saat ini kerap menjadi tempat pamer, bisa memicu anak muda untuk membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.

Baca Juga: Belanda Berpesta di Kandang Tuan Rumah Polandia

Selain itu, mudahnya akses informasi juga sering membuat anak-anak muda melakukan self-diagnosis dengan mencocok-cocokkan apa yang mereka lihat di internet dengan hal yang terjadi dalam hidupnya. Padahal, tidak semua yang terjadi oleh orang lain akan sama dengan kondisi yang kita alami.

Nah, itu dia beberapa karakteristik yang menonjol dari strawberry generation. Kalau Anda merasa termasuk ke dalam generasi tersebut, jangan khawatir, ya. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik di generasi ini.

Perubahan yang Perlu Dilakukan Strawberry Generation

Berikut ini adalah beberapa perubahan yang bisa dilakukan oleh anak-anak strawberry generation agar bisa menjadi generasi yang lebih tangguh dan unggul:

- Menerapkan pola pikir berkembang (growth mindset). Dengan pola pikir ini, anak-anak muda bisa terus terpacu untuk mengembangkan kemampuannya dan semakin berani menghadapi tantangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI