Ayah juga harus memahami bahwa selain berusaha menyesuaikan diri untuk menyusui, saat itu ibu juga masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan. Bantuan dan dukungan akan sangat berarti bagi ibu.
4. Membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga
Jika ibu sedang sibuk-sibuknya menyusui bayi, tidak ada salahnya Ayah memberikan dukungan dengan cara membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Atau Ayah bisa meringankan beban ibu dengan membuatkan makanan kesukaan ibu atau memberikan pijatan di punggung ibu.
Dikutip dari Kemkes.go.id, rajin memijat punggung ibu atau pijat oksitosin dapat membantu melancarkan ASI.
5. Mendengarkan keluhan pasangan
Setelah melahirkan, ibu mungkin akan berkeluh-kesah tentang pengalamannya saat menyusui. Ada beberapa ibu menyusui yang mengalami masalah, misalkan mengalami mastitis atau tersumbatnya saluran ASI, hingga ASI tidak bisa keluar.
Sebagai Ayah yang siap mendukung, selalu dengarlah keluh kesah pasangan. Jika diperlukan, ajak pasangan untuk meminta bantuan dari konsultan laktasi atau penyedia jasa layanan kesehatan terkait.
6. Membantu mengurus bayi
Baca Juga: 21 Daerah di Jawa Barat Berpotensi Turun Hujan
Ayah memang tidak bisa memberikan ASI, tapi Ayah juga bisa ikut merawat bayi selama masa menyusui. Misalnya dengan membantu menggendong bayi setelah menyusui.
Ayah juga bisa bergantian menjaga dan merawat bayi, sementara ibu bisa beristirahat atau melakukan kegiatan lainnya. Kebersamaan bersama bayi juga akan membuat ikatan Ayah dan anak semakin kuat.
7. Ada untuk menemani pasangan dan bayi
Meski tidak bisa menemani selama 24 jam, setidaknya usahakanlah Ayah ada di saat-saat pasangan menyusui si kecil.
Dilansir Mayo Clinic, tidak apa-apa jika Ayah tidak melakukan apapun. Ayah cukup duduk di dekat ibu dan menikmati momen kebersamaan itu.
Jika perlu, Ayah bisa memberikan kenyamanan lebih saat pasangan menyusui. Misalkan memberikan bantal, selimut atau membuatkan minuman yang bisa menemaninya selama menyusui si Kecil.