Superbug India, Yuk Kenali Gejala Wabah Ini

Tantrum | Suara.com

Senin, 17 Oktober 2022 | 11:04 WIB
Superbug India, Yuk Kenali Gejala Wabah Ini
Ilustrasi bakteri atau patogen. (Gerd Altmann dari Pixabay)

TANTRUM - Belum lama ini, India menghebohkan seluruh dunia dengan kabar timbulnya wabah baru yang bernama superbug. Saat ini, wabah tersebut telah menyerang ribuan masyarakat di India.

Sebelum munculnya wabah ini, dunia juga digemparkan dengan pandemi COVID-19 yang sampai saat ini masih berkeliaran di antara masyarakat seluruh dunia.

Dengan timbulnya pandemi baru di India ini tentu membuat sebagian besar masyarakat di seluruh dunia khawatir.

Kasus wabah superbug India ini pertama kali ditemukan di Rumah Sakit Kasturba, negara bagian Maharashtra, India. Sampai saat ini, ada 1.000 pasien wabah ini yang telah ditampung di seluruh rumah sakit India.

Lalu, apa itu pandemi superbug dan bagaimana cara mengenali gejalanya? Simak penjelasannya berikut ini.

Wabah superbug adalah strain patogen berupa bakteri, virus, parasit, dan jamur yang resisten terhadap antibiotik. Artinya, pantogen ini mengembangkan kemampuannya untuk melawan obat yang biasa diresepkan.

Kondisi tersebut menyebabkan resistensi antibiotik. Beberapa penyakit yang ditimbulkan dari reaksi ini adalah pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit.

Sementara itu, Center for Disease Prevention and Control (CDC) Amerika Serikat mencantumkan ada 18 bakteri dan jamur yang resisten terhadap antibiotik.

Siapa saja bisa terkena wabah yang satu ini, terutama seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pada umumnya, gejala wabah ini hampir menyerupai infeksi lainnya. Namun, bagi sebagian orang, infeksi superbug tidak menimbulkan gejala, termasuk pandemi superbug India.

Misalnya, N gonorroeae atau bakteri menular seksual yang sering tidak terdeteksi karena tidak langsung menunjukkan gejala. Jika tidak diobati, gonore dapat merusak sistem saraf dan jantung.

Beberapa gejala umum yang mungkin bisa dikenali adalah demam, kelelahan, diare, batuk, dan nyeri sendi.

Gejala ini sama dengan gejala infeksi lainnya, perbedaannya adalah gejala tersebut tidak dapat merespons pemberian antibiotik atau antijamur.

Pasien disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa gejala berikut yang jadi kemungkinan risiko gejala pandemi superbug India. 

Gejalanya yaitu sulit bernapas, batuk lebih dari seminggu, sakit kepala yang intens, sakit dan kaku leher, demam di atas 39,4 derajat Celcius, mengalami masalah penglihatan serta mengalami ruam atau bengkak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiket Masuk Murah Meriah Hingga Gratis! 4 Tempat Wisata Bandung yang Hits

Tiket Masuk Murah Meriah Hingga Gratis! 4 Tempat Wisata Bandung yang Hits

| Senin, 17 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Hilang dan Sudah Dimatikan? Begini Cara Cari Hape Android yang Raib

Hilang dan Sudah Dimatikan? Begini Cara Cari Hape Android yang Raib

| Senin, 17 Oktober 2022 | 10:08 WIB

Roda Ekonomi Tersendat Akibat Ada Ruas Jalan Protokol yang Ditutup, Bupati Cianjur Lakukan Ini

Roda Ekonomi Tersendat Akibat Ada Ruas Jalan Protokol yang Ditutup, Bupati Cianjur Lakukan Ini

Bogor | Senin, 17 Oktober 2022 | 10:03 WIB

Terkini

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Palembang 20 Maret 2026: Sahur & Magrib Terakhir Ramadan, Catat Waktunya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Palembang 20 Maret 2026: Sahur & Magrib Terakhir Ramadan, Catat Waktunya

Sumsel | Jum'at, 20 Maret 2026 | 01:50 WIB

Imsak Bandar Lampung 20 Maret 2026: Waktu Sahur Terakhir, Jangan Sampai Terlewat

Imsak Bandar Lampung 20 Maret 2026: Waktu Sahur Terakhir, Jangan Sampai Terlewat

Lampung | Jum'at, 20 Maret 2026 | 01:16 WIB

Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini

Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini

Jakarta | Jum'at, 20 Maret 2026 | 00:51 WIB

Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 00:16 WIB

Arus Mudik Memuncak, 45 Kapal Menumpuk di Bakauheni dan Tak Bisa Langsung Sandar

Arus Mudik Memuncak, 45 Kapal Menumpuk di Bakauheni dan Tak Bisa Langsung Sandar

Lampung | Jum'at, 20 Maret 2026 | 00:11 WIB

Daftar 50 Lokasi Salat Idulfitri 2026 Muhammadiyah di Aceh Jumat 20 Maret 2026

Daftar 50 Lokasi Salat Idulfitri 2026 Muhammadiyah di Aceh Jumat 20 Maret 2026

Sumut | Kamis, 19 Maret 2026 | 23:52 WIB

'Minal Aidin' dalam Berbagai Bahasa Daerah di Indonesia, Sudah Tahu Artinya dan Cara Mengucapkannya?

'Minal Aidin' dalam Berbagai Bahasa Daerah di Indonesia, Sudah Tahu Artinya dan Cara Mengucapkannya?

Jakarta | Kamis, 19 Maret 2026 | 23:42 WIB

Jelang Lebaran 2026, Jasa Penitipan Kucing di Banda Aceh Meningkat

Jelang Lebaran 2026, Jasa Penitipan Kucing di Banda Aceh Meningkat

Sumut | Kamis, 19 Maret 2026 | 23:24 WIB

Jangan Salah Arti! 'Wal Faizin' di Lebaran Bukan Cuma Tradisi, Ini Makna Sebenarnya

Jangan Salah Arti! 'Wal Faizin' di Lebaran Bukan Cuma Tradisi, Ini Makna Sebenarnya

Lampung | Kamis, 19 Maret 2026 | 23:19 WIB

Jaga Stabilitas Pangan Jelang Lebaran 2026, Bulog Aceh Pasok 125 Ton SPHP

Jaga Stabilitas Pangan Jelang Lebaran 2026, Bulog Aceh Pasok 125 Ton SPHP

Sumut | Kamis, 19 Maret 2026 | 23:12 WIB