Cegah Korupsi di Kota Bandung Harus Dimulai dari Perencanaan Anggaran

Tantrum

Selasa, 18 Oktober 2022 | 16:53 WIB
Cegah Korupsi di Kota Bandung Harus Dimulai dari Perencanaan Anggaran
Sosialisasi Inspektorat Daerah Kota Bandung tentang pencegahan korupsi (Humas Bandung)

TANTRUM - Pencegahan korupsi mesti dimulai dari awal, yakni perencanaan anggaran. Maka perencanaan anggaran pun menjadi kunci dalam pencegahan korupsi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna dalam Sosialisasi Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) bagi Perangkat Daerah dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkungan Pemkot Bandung oleh Inspektorat Daerah Kota Bandung.

IEPK menjadi salah satu alat ukur dalam rangka merealisasi Sistem Pengawasan Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi agar terwujudnya pemerintahan yang efektif, efisien, akuntabel dan transparan.

IEPK merupakan tambahan indikator terhadap pengendalian korupsi. Sebab, penting mengetahui sedini mungkin hal tersebut. 

"Perencanaan adalah kunci. Bisa menjadi segala sumber awal, bagaimana maksud tujuannya, pelaksanaannya, pelaporan dan evaluasinya. Apakah yang kita rencanakan terukur, potensi korupsi bisa dilihat dari awal," ujar Ema, Selasa, 18 Oktober 2022.

Ema menuturkan, sosialisasi ini dapat memperkuat penyelenggaraan maturitas pemerintahan.

"Dengan sosialisasi ini bisa diimplementasikan dan kepala Perangkat Daerah dapat memahaminya, termasuk managemen risiko terhadap target-target program kerja dapat terealisasi," katanya 

"Diharapkan inspektorat maksimal, pencegahan awal perlu dihadirkan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, Mulyana menerangkan, IEPK merupakan salah satu bagian dari penilaian Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi.

baca juga

Namun, IEPK bukan memberikan predikat kinerja pengendalian korupsi, tetapi juga menjadi landasan bagi road map pembangunan, tata kelola, managemen resiko dan seterusnya.

Selain itu, penilaian atas SPIP ini telah diintegrasikan juga dengan penilaian atas maturitas manajemen risiko, dan penilaian kapabilitas aparat pengawasan intern pemerintah (APIP).

Ada beberapa manfaat lain dalam penyelenggaraan SPIP. Di antaranya, dapat memperbaiki kualitas perencanaan secara berkelanjutan, dapat mengenali dan mengatasi risiko-risiko atas pelaksaaan program dan kegiatan, dapat meminimalisir terjadinya korupsi dan dapat menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.

“Kegunaan lain, meningkatkan kualitas pengendalian intern secara berkelanjutan serta tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien," ujarnya.

"Termasuk pelaporan keuangan dan aset negara sebagai bentuk kepatuhan kita terhadap peraturan perundangan,” jelas Mulyana.

Ia mengungkapkan, Kota Bandung, sudah mendapatkan maturitas level 3 tahun 2020 untuk penilaian SPIP terintegrasi. Ia berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan oleh Kota Bandung.

"Penilaian harus dilakukan selama 2 tahun sekali. Diharapkan di 2023 dilakukan penilaian SPIP terintegrasi kembali," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Rumah Tangga di Bandung Jangan Sungkan Konsultasi Soal HIV/AIDS

Ibu Rumah Tangga di Bandung Jangan Sungkan Konsultasi Soal HIV/AIDS

Tantrum | Selasa, 18 Oktober 2022 | 13:33 WIB

Tiket Masuk Murah Meriah Hingga Gratis! 4 Tempat Wisata Bandung yang Hits

Tiket Masuk Murah Meriah Hingga Gratis! 4 Tempat Wisata Bandung yang Hits

Tantrum | Senin, 17 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Terkini

Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah Imbas Rugi Terus

Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah Imbas Rugi Terus

Video | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:03 WIB

Glad2Glow Moisturizer untuk Apa? Ini 8 Varian, Manfaat, dan Harganya

Glad2Glow Moisturizer untuk Apa? Ini 8 Varian, Manfaat, dan Harganya

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:01 WIB

Bahas Dinamika Bangsa, KSP Dudung Sampaikan Pesan Khusus untuk Para Purnawirawan

Bahas Dinamika Bangsa, KSP Dudung Sampaikan Pesan Khusus untuk Para Purnawirawan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:01 WIB

Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik

Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik

Sulsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:01 WIB

Ketika Wapres Gibran Bicara AI: Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Rakyat?

Ketika Wapres Gibran Bicara AI: Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Rakyat?

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:00 WIB

5 Jersey Piala Dunia 2026 Adidas Terlaris, Nyaris Ludes Diburu Kolektor

5 Jersey Piala Dunia 2026 Adidas Terlaris, Nyaris Ludes Diburu Kolektor

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:57 WIB

Shaun the Sheep Kembali di Film Baru, Hadapi Monster Misterius di Halloween

Shaun the Sheep Kembali di Film Baru, Hadapi Monster Misterius di Halloween

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:56 WIB

Link dan Cara Voting Logo HUT ke-81 RI, Ini Kandidat Resmi yang Bersaing

Link dan Cara Voting Logo HUT ke-81 RI, Ini Kandidat Resmi yang Bersaing

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:56 WIB

Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!

Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:53 WIB

Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif

Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:44 WIB