Bagaimana Cara Mencari Passion yang Cocok Buat Kita?

Tantrum Suara.Com
Sabtu, 12 November 2022 | 17:18 WIB
Bagaimana Cara Mencari Passion yang Cocok Buat Kita?
Talkshow Controlling Our Emotion: Finding Our Passion di Auditorium CC Timur ITB. ((Humas ITB))

TANTRUM - Semangat atau passion dapat mendorong seseorang untuk melakukan banyak hal. Sisi positifnya, mereka akan merasa sanggup dan senang melakukan passion itu. Tetapi bagaimana cara mencari passion yang tepat buat kita? 

“Passion adalah ketertarikan kita terhadap sesuatu yang memicu kita untuk bertindak dengan rasa cinta dan minat," terang psikiater di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Ayu Prasetia, dalam talkshow “Controlling Our Emotion: Finding Our Passion” di Auditorium CC Timur ITB, yang dikutip Sabtu (12/11).

Pada acara yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan ITB dan Keluarga Mahasiswa ITB itu, Ayu Prasetia menambahkan bahwa passion berkaitan erat dengan proses mencari nilai diri sendiri. Banyak orang tidak selalu sadar terhadap nilai mereka. Oleh sebab itu, mereka mengalami kesusahan dalam mengetahui passion mereka apa.

Cara mengetahui passion bagaimana? “Pertama, kita harus mengenali diri sendiri dan berkaca apa yang kita suka, apa yang kita senang lakukan, kita minatnya ke mana. Setelah itu, kita bisa melihat banyak nilai yang tersembunyi dalam masing-masing,” jelas Ayu.

Walaupun berbeda, passion ada kaitannya dengan bakat dan minat seseorang. Salah satu psikolog di BK ITB, Isriana menjelaskan bahwa bakat berasal dari lahir. Namun mayoritas orang tidak tahu persis bakat mereka apa. Selain itu, minat seseorang dapat ditemukan sepanjang hidup. Contohnya hal yang mereka lakukan membuatnya senang, itu bisa dibilang sebagai minat.

Mencari passion adalah sebuah proses trial-and-error yang sangat panjang. Ketersediaan individu dibutuhkan dalam pencariannya. Selanjutnya, passion ada dorongan internal dan eksternal, dan kedua faktor ini menentukan jika passion yang kita ketahui adalah passion sejati kita.

“Ada beberapa kasus di mana hal yang kita pikir adalah passion ternyata bukan passion kita sebenarnya. Contohnya, ‘passion’ yang kita lakukan terjadi karena disuruh orangtua, sedangkan kita sadar jauh di lubuk hati kita bahwa sebetulnya kita tidak suka atau tidak merasakan apapun dari ‘passion’ ini. Maka itu, kita harus mengingat bahwa itu bukan passion kalau tidak ada cinta sama sekali,” terang Isriana.

Tidak ada salahnya untuk mahasiswa yang baru mulai atau di tengah pencarian passion hidupnya. “Kita tidak tahu kapan passion kita bisa berubah,” ujar Altito Apprizal, mahasiswa TI ITB.

Menurut Altito, di lingkungan mahasiswa banyak kegiatan yang bisa diikuti. Lewat pengalaman berorganisasi dan kemahasiswaan, itu bisa menjadi cara menemukan passion.

Baca Juga: Pembantu Ferdy Sambo, Susi akan Dilaporkan Soal Fitnah Orang yang Sudah Meninggal

“Mengeksplorasi banyak hal dan terjun dalam hal tersebut tanpa membatasi diri sendiri sangat membantu dalam pencarian kalian. Dari sini kita dapat melihat peluang apa saja yang ada dan mengetahui apa yang kita bisa lakukan di hidup kita. If you never try, you’ll never know how to know yourself better,” katanya.

Acara Penting Bagi Mahasiswa

Dalam acara Talkshow “CARE” tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Jaka Sembiring, menyampaikan kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa. 

“Kita di ITB tentu ingin menghasilkan lulusan alumni yang tidak hanya terampil di bidang hard-competency, tetapi juga di bidang soft-competence. Kedua kompetensi ini dapat kita kuasai bila mencapai keseimbangan dalam hidup, maka mengendali emosi kita tentu dapat membantu menyeimbangkan hal-hal di hidup dan menemukan jawaban ke permasalahan kita,” kata Jaka.

Selain itu, pembimbing BK ITB Hendri Syamsudin, menambahkan ITB sangat serius dalam membimbing mahasiswanya, dan salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam mereka terkait dengan pengendalian emosi.

Mewakili panitia, Elnaya Pillian, selaku Menteri EPKM dari Kemenkoan KESMA KM ITB 2022/2023, menambahkan bahwa talkshow ini adalah acara yang spesial sebagai wujud mengadvokasi kesehatan mental di lingkungan kampus. 

“Salah satu ajaran OSKM ITB adalah ‘konsekuensi dari orang yang terdidik adalah mendidik orang lain’. Karena inilah mendidik dan mengedukasi kesehatan mental akan terus menjadi tugas kita sebagai mahasiswa untuk membantu orang-orang, dan kita berharap mereka dapat pulang dengan bekal ilmu yang baru,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI