TANTRUM - Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, mengalami kebakaran pada Jumat malam (3/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Api bisa dijinakkan sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, hingga pukul 06.00 WIB pada Senin ini, korban meninggal berjumlah 18 jiwa.
Sedangkan, 37 jiwa sedang dalam penanganan tim medis di rumah sakit. Sementara itu, menurut data BPBD DKI hingga pukul 06.00 WIB, tercatat jumlah pengungsi sebanyak 214 jiwa. Mereka sementara ini mendiami Kantor PMI Jakarta Utara sebanyak 186 jiwa dan RPTRA Rasella sebanyak 28 jiwa.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya telah meminta keterangan terhadap 14 orang terkait kasus kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.
"Jumlahnya sebanyak 14 orang yang telah dimintai keterangan," kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan, 14 orang yang diperiksa itu terdiri atas lima warga serta sembilan orang dari Pertamina, yakni operator, security, dan supervisor.
"Jadi, operator, security (keamanan), teknisi, supervisor, ini sembilan orang; dan sisanya adalah masyarakat," tambahnya.
Saat ini Polri, TNI, dan para pemangku kepentingan terus melakukan pencarian korban yang hilang. Polri telah menurunkan alat berat dan unit K-9 atau anjing pelacak guna membantu pencarian korban. Selain itu, Polri juga sudah mendirikan dapur umum, posko kesehatan statis, serta tim kesehatan mobile.