SIEJ Dorong Kolaborasi Masyarakat untuk Mengatasi Sampah Demi Keberlanjutan Keanekaragaman Hayati

Tantrum

Senin, 22 Mei 2023 | 17:39 WIB
SIEJ Dorong Kolaborasi Masyarakat untuk Mengatasi Sampah Demi Keberlanjutan Keanekaragaman Hayati
Seminar SIEJ

TANTRUM - Upaya penyelesaian masalah sampah plastik di wilayah perairan Indonesia perlu melibatkan peran serta seluruh lapisan masyarakat. Sebab, dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkannya juga akan dirasakan oleh manusia dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Dr. Kusdiantoro, Sekretaris Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ketika menghadiri seminar bertajuk “Produk Berkelanjutan, Pengelolaan Sampah dan Dampaknya pada Keanekaragaman Hayati” mengatakan, saat ini Indonesia menjadi negara nomor 5 di dunia yang berkontribusi pencemaran sampah plastik di wilayah laut. 

Letak geografis di antara di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik menyebabkan sampah dari berbagai negara masuk ke wilayah perairan Indonesia.

“Meski hanya berkontribusi 56ribu ton tapi akumulasi sampah yang masuk ke Indonesia itu totalnya lebih dari 500ribu ton,” terang Kusdiantoro dalam seminar yang diselenggarakan the Society of Indonesia Environmental Journalis (SIEJ) di Jakarta, akhir pekan lalu, Sabtu (20/5/2023).

KKP sendiri, lanjutnya, merumuskan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan itu dengan basis blue economy (ekonomi biru). Melalui konsep tersebut, fungsi ekologi dan ekonomi diharapkan bisa beriringan.

“Dari ekonomi biru itu ada 5 program prioritas, beberapa program tersebut sangat relevan dengan diskusi hari ini, yaitu komitmen meningkatkan kualitas lingkungan khususnya pesisir dan laut, serta program pengelolaan sampah plastik di laut,” ujar Kusdiantoro.

Sementara, strategi yang diupayakan pemerintah meliputi mitigasi, menghentikan sampah plastik masuk ke laut, membersihakan sampah di laut, hingga pengawasan untuk menjaga kelestarian laut dari sampah plastik.

Lathifah Awliya Mashudi, Senior Consul Executive Waste4Change, sebuah perusahaan pengelolaan sampah menambahkan, pihaknya memiliki 4 bidang jasa utama dalam mewujudkan misi mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA. Bidang-bidang itu di antaranya, create, collection, campaign dan consulting.

Menurutnya, pelibatan masyarakat luas dalam upaya mengurangi masalah sampah plastik perlu dilakukan dengan mengubah paradigma. Contohnya, terang Lathifah, dengan memberi wawasan tentang ekonomi sirkular.

baca juga

“Kalau di ekonomi linear, sumber daya alam langsung (berujung) ke TPA. Tapi kalau di ekonomi sirkular, kami harapkan sumber daya itu dapat terbarukan dan digunakan kembali. Kemudian, nilai produknya bisa digunakan terus-menuerus dengan masa pakainya yang lebih panjang,” kata Lathifah.

“Jadi kesimpulan dari pengelolaan sampah yang bertanggung jawab itu langkah-langkahnya kita perlu meningkatkan pemahaman terlebih dahulu. Kemudian menyeimbangkan pasokan dan permintaan, dukungan infrastruktur, komitmen para pemangku kepentingan, serta penegakkan hukum dan pendidikan.”

Asmar Exwar, Ketua Dinamisator Jaring Nusa menjelaskan, sejumlah masyarakat di wilayah timur seperti Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat dan Sulawesi Selatan, sebenarnya telah mempraktikkan upaya-upaya perlindungan dan pelestarian laut. 

Beberapa kegiatan yang dilakukan misalnya, konservasi berbasis masyarakat, rehabilitasi mangrove, juga mendorong regulasi di tingkat lokal dalam konteks perlindungan dan pengelolaan wilayah pesisir-laut.

Dalam konteks sosial-ekonomi, masyarakat turut terlibat dalam program perikanan skala kecil yang berkelanjutan, hingga melahirkan local champions, atau penggerak-penggerak lokal yang berperan membentuk kelompok-kelompok pengelola sumber daya alam.

“Kami mengapresiasi teman-teman yang sudah bekerja secara langsung di tingkat tapak dalam konteks mendorong pengelolaan wilayah pesisir berbasis masyarakat sehingga wilayah pesisir lebih terjaga tetapi juga mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” jelas Asmar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belajar dari Pandemi Covid-19: Kenali dan Kelola Risiko Kesehatan di Lingkungan Masyarakat

Belajar dari Pandemi Covid-19: Kenali dan Kelola Risiko Kesehatan di Lingkungan Masyarakat

Bisnis | Senin, 22 Mei 2023 | 11:41 WIB

Mengembalikan Fungsi Ekologi Lewat Pandan Laut dan Bersih-Bersih Pantai di Bantul

Mengembalikan Fungsi Ekologi Lewat Pandan Laut dan Bersih-Bersih Pantai di Bantul

Bisnis | Senin, 22 Mei 2023 | 08:29 WIB

Peduli Lingkungan, Komunitas Nelayan Lakukan Penyuluhan Pelestarian Air di Takalar

Peduli Lingkungan, Komunitas Nelayan Lakukan Penyuluhan Pelestarian Air di Takalar

Bisnis | Senin, 22 Mei 2023 | 08:12 WIB

Terkini

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Gedebage Jazz Festival Naik Kelas, Evolusi Menuju Panggung Dunia

Entertainment | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:27 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob

Bali | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:22 WIB

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?

Sulsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:15 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Polda Sultra Lacak Aliran Dana Umrah Ilegal PT TRG Rp7 Miliar

Polda Sultra Lacak Aliran Dana Umrah Ilegal PT TRG Rp7 Miliar

Sulsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:05 WIB

×