Joni Aswira Putra, Ketua Umum SIEJ menerangkan, seminar itu diselenggarakan untuk memperingati Hari Keanekaragaman Hayati yang jatuh pada tanggal 22 Mei, serta menyambut kehadiran 50 anggota baru SIEJ dari 11 provinsi di Indonesia.
Sebagai satu-satunya organisasi jurnalis lingkungan hidup di Indonesia, SIEJ mengambil fokus dan agenda strategis untuk menjadikan isu lingkungan hidup dan perubahan iklim sebagai topik utama dalam pemberitaan.
“Kami harap SIEJ bisa jadi jangkar bagi semua pihak, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi hingga pihak swasta,” tutur Jonny.
Di berharap, jurnalis lingkungan dapat meningkatkan kapasitas, pengetahuan, akses dan sumber data. Agar, karya-karya jurnalistik di bidang lingkungan hidup dapat memberi dampak positif pada sektor politik, pendidikan maupun kesehatan.
Setelah merampungkan seminar “Produk Berkelanjutan, Pengelolaan Sampah dan Dampaknya pada Keanekaragaman Hayati”, SIEJ melanjutkan kegiatan dengan Rapat Kerja Nasional untuk membahas program organisasi sepanjang 2022-2025.