The Marvels mencatat rekor terendah dalam sejarah Marvel Cinematic Universe (MCU) sejak penayangan pertama. Berdasarkan laporan prediksi Variety pada Minggu (12/11), The Marvels diproyeksi dibuka dengan US$75-80 juta, tapi kemudian turun ke US$60-65 juta.
Selain itu di pasar internasional juga rendah yakni dengan US$41,5 juta. Sehingga, secara global, film ini mendulang US$88,5 juta.
Usut punya usut, penurunan rating Marvel diduga kuat karena pengaruh berita produsen film dan animasi The Walt Disney Company memberikan bantuan kemanusiaan senilai US$ 2 juta atau setara dengan Rp31,38 miliar (kurs Rp 15.700/dolar AS) ke Israel.
Bantuan ini diberikan setelah penyerangan Hamas ke wilayah tersebut.
Faktor lain yang mempengaruhi faktor aksi mogok baru rampung pada Jumat (10/11), beberapa hari setelah The Marvels dirilis ke pasar.
Promosi juga terkendala, mengingat bintang-bintang film ini tak bisa ikut promosi karena aksi mogok kerja aktor Hollywood.
"Ini adalah keruntuhan box office Marvel yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata David A. Gross dari konsultan perfilman Franchise Entertainment Research.
"Pemogokan tersebut merugikan pemasaran film tersebut, tapi bukan itu yang mendorong angka-angka ini. Sejak pandemi, film-film superhero mengalami streaming secara bersamaan, tidak imajinatif, filmnya jelek, dan kejenuhan di televisi," lanjutnya.
The Marvels jadi bagian dari Fase Kelima waralaba film MCU dan sedang tayang sejak 8 November di bioskop.
Baca Juga: Masnawati Ngebet Usut Masalah Mantan Suami dengan Melly Goeslaw, Begini Reaksi Suami Baru