Pengusaha terkaya di dunia, Elon Musk mengatakan akan menyumbangkan semua pendapatan dari platform X (Twitter) untuk para korban di Palestina terkhusus Gaza.
Elon selama ini termasuk vokal dengan penjajahan Israel atas Palestina. Namun, tidak semua orang mendukung niat baik miliader tersebut.
Banyak yang khawatir bantuan Elon bisa disalahgunakan misalnya untuk membantu armada perang pejuang Hamas.
Menurut Elon hal itu tak akan terjadi karena sumbangan itu akan dipergunakan untuk rumah sakit yang masih beroperasi di Gaza.
"X Corp mendonasikan semua pendapatan dari iklan dan langganan terkait perang di Gaza ke rumah sakit di Gaza dan Palang Merah Bulan Sabit untuk memastikan bantuan disalurkan dengan baik, kami akan melacak bagaimana dana dibelanjakan dan disalurkan. Ide-ide yang lebih baik dipersilakan," tutur Elon Musk.
Ia juga menyebut bantuan itu juga bekerja sama bekerja sama dengan beberapa organisasi kemanusiaan yang terdaftar secara internasional di Palestina.
Sebelumnya Elon Musk menyediakan starlink untuk kebutuhan internet karena sudah diputus Israel.
"Starlink akan mendukung konektivitas ke organisasi-organisasi bantuan yang diakui secara internasional di Gaza," tutur Elon Musk.
Israel sendiri beralasan pemutusan itu untuk meredam serangan Hamas. Selain itu mereka juga melakukan pemutusan listrik dan air bersih.
Baca Juga: Ammar Zoni Tulis Pesan Galau Untuk Irish Bella Usai Sidang Cerai: Jangan Pernah Lelah
Akibat akses yang sulit sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Bulan Sabit Merah, UNICEF, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) loss kontak dengan staf mereka yang berada di Jalur Gaza.
Untuk diketahui, serangan Israel sangat merugikan rakyat Palestina di jalur Gaza. Lantaran perekonomian yang dihancurkan serta listrik dan air pun sudah diputus.
Gaza disebut mengalami krisi makanan karena banyak toko yang diserang bom.