Berbagai pihak meminta Firli Bahuri mundur dari KPK setelah penetapan status tersangka. Ia jadi tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mengharapkan sebaiknya Firli segera meninggalkan KPK.
“Mengingat statusnya saat ini, Pak Firli seharusnya berinisiatif untuk segera mengajukan pengunduran diri,” kata Sahroni dilansir Jumat (24/11).
Selain itu, kader Nasdem ini meminta Polri turut memeriksa pimpinan KPK yang lain guna menghasilkan penyelidikan yang tuntas dan maksimal.
“Polri harus melibatkan pimpinan KPK yang lain, periksa mereka terkait apa yang dilakukan oleh ketua KPK. Mungkin pimpinan yang lain bisa jadi tidak tahu menahu, tetapi ini sebaiknya tetap dilakukan biar semuanya jelas,” kata Sahroni.
Selain itu, ia juga turut menyoroti kinerja Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang tidak tanggap atas status hukum ketua KPK.
“Apalagi dengan status Pak Firli saat ini, seharusnya sekarang juga Dewas (KPK) mengeluarkan surat (etik),” tegas Sahroni.
Sementara itu, Wapres Ma’ruf Amin disinggung soal pengunduran diri Firli mengatakan menyerahkan semuanya kepada proses hukum yang berlaku.
“Kita serahkan saja sesuai proses hukumnya seperti apa,” kata Ma’ruf.
Baca Juga: Penampilan Nadya Mustika saat Menikah Dipuji Habis-habisan: Ini Mah Barbie Syariah
Pihak lain yang juga mendesak Firli untuk mundur datang dari pimpinan Pusat Muhammadiyah.
"Sebagai tersangka merupakan wujud kepekaan," Kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Hikmah, Busyro Muqoddas.
Busyro menambahkan praktek korupsi yang selama ini dominan dalam bentuk sup dan gratifikasi semakin meluluhlantakkan sendi-sendi kekuatan negara.