SuaraTasikmalaya.id - Brigadir J ternyata sempat melawan dan membantah tudingan Kuat Ma'ruf telah melecehkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Bahkan antara Brigadir J dan Kuat saling bersitegang lantaran saat itu mereka mempermasalahkan soal Putri.
Ketika itu, Kuat rupanya menyalahkan dan memarahi Brigadir J yang dinilai berbuat tidak senonoh pada Putri.
Bila dimaksud Kuat memarahi Brigadir J gara-gara melakukan perkosaan sesuai dengan pernyataan Komnas Perempuan, maka saat itu Brigadir J menolak dan membantah tudingan tersebut.
Rupanya pertengkaran Brigadir J dan Kuat diketahui Bripka RR yang saat itu datang lantaran ditelepon Putri.
Dari pengakuan Bripka RR, dirinya sama sekali tidak melihat ada tanda-tanda pada diri Putri habis mengalami hal mengerikan, pemerkosaan sebagaimana dituduhkan Kuat dan diakui istri Ferdy Sambo.
Bripa RR mendengar langsung jika Brigadir J membantah tuduhan Kuat telah memperkosa Putri.
Pengacara Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, Erman Umar, membenarkan jika kliennya mendengar ucapan Kuat dan Susi jika Putri menangis.
Namun, Bripka RR tidak melihat langsung Putri sedang menangis atau wajah seperti sudah menangis.
Bukan itu saja, Bripka RR juga tidak menyaksikan secara langsung ada tindakan pelecehan pada Putri.
Justru yang dilihat Bripka RR adalah Brigadir J sempat marah pada Kuat. Brigadir J dinila tidak terima pada tuduhan Kuat Maruf.
Dikatakan Bripka RR saat itu Brigadir J dituduh berbuat tak pantas kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Peristiwa Brigadir J dan Kuat saling bersitegang ini dikatakan Erman terjadi pada 7 Juli 2022 di Magelang.
Ketikan Kuat dan Brigadir J sedang bersitegang, menurut Bripka RR, Putri Candrawathi berbaring di atas ranjang di dalam kamarnya.
Bripka RR malah sempat mendengar jika Putri menanyakan keberadaan Brigadir J kepadanya.
"Jadi waktu itu (dugaan kejadian pemerkosaan) Bripka RR dan Bharada E mengantar makanan ke anak Ferdy Sambo yang sekolah di Taruna Nusantara," kata Erman Umar dalam tayangan di Kompas TV pada Rabu (7/9/2022).
Bripkan RR mengaku jika Putri meneleponnya melalui Bharada E. "PC (istri Ferdy Sambo) menelepon Bharada E dan meminta Bripka RR segera kembali ke rumah di Magelang," kata Erman.
Ketika Bripka RR dan Bharada E tiba di rumah, menurut Erman, keduanya tidak melihat siapapun di lantai satu rumah. "Di lantai satu gak ada orang," katanya.
Bripka RR lantas ke lantai dua dan melihat ada ART Susi dan Kuat. Kemudian ada Putri dan Brigadir J.
"Bripka RR naik ke atas (lantai dua) bertemu Kuat. RR langsung melongok ke kamar PC (istri Ferdy Sambo). Karena RR dipanggil PC, tadi lewat telepon Bharada E," katanya.
Bripka RR saat itu melihat posisi Putri Candrawathi berbaring di dalam kamar.
"Bripka RR bertanya, 'Ada apa Bu?'. Tapi ibu (istri Ferdy Sambo) tidak langsung menjawab. Malahan bertanya, 'Joshua dimana', begitu," kata Erman mengulang percakapan Bripka RR dan Putri.
Saat itu Bripka RR juga melihat jika Putri berbaring menggunakan satu bantal.
"Bripka RR hanya melongok lewat pintu. Tidak melihat jelas PC (istri Ferdy Sambo) menangis atau tidak," kata Erman.
"Tapi pasti terbawalah oleh omongan Susi dan Kuat, bahwa PC (istri Ferdy Sambo) menangis," katanya.
Saat itu, Bripka RR tidak banyak bertanya tentang apa yang terjadi pada Putri.
Tak lama, Bripka RR mencoba masuk ke kamar Putri, tapi dihalangi Kuat. "RR kemudian melihat Yosua (Brigadir J) mau masuk lagi ke kamar ibu (istri Ferdy Sambo). Tapi dihalangi oleh Kuat," katanya.
"(Brigadir J masuk kamar Putri) Itu dilihat oleh RR. Jadi Kuat menghalangi itu. Gak tahu penafsiran dari Kuat kenapa," kata Erman menjelaskan.
Namun, karena Bripka RR tahu Kuat dan Brigadir J baru bertengkar soal Putri, dia inisiatif pasang badan di dekat keduanya.
"Karena Kuat dan Josua (Brigadir J) sudah bertengkar, sehingga RR menjaga," kata Erman.