SuaraTasikmalaya.id - Jurnalis senior Najwa Shihab benar-benar 'babak belur' dihajar netizen.
Suara netizen tampak satu komando, membalas dan menceramahi Najwa Shihab lantaran dinilai berlebihan dalam mengkritik Polri.
Sejak kritik tajam dilontarkan Najwa Shihab pada Polri, namanya trending di berbagai akun media sosial, termasuk Twitter.
Banyak akun-akun media sosial membahas keberanian jurnalis Najwa Shihab yang berlebihan.
Satu di antara komentar dari unggahan akun @kurawa tampak keras menyentil Najwa Shihab.
Akun tersebut memberi penilaian pembawaan Najwa Shihab sangat kritis dan tegas.
Admin akun menilai Mbak Nana nama sapaan akrab Najwa Shihab, memiliki kelemahan.
Najwa Shihab disebutnya tidak mau mendengar pendapat atau nasihat orang lain.
Dampaknya adalah menyebabkan narasumber berpikir ulang jika ada undangan di acara Najwa Shihab.
Dan, dia mengatakan, narasumber akhirnya enggan untuk tampil di acara milik Najwa Shihab.
“Mba @NajwaShihab ini kelemahannya dia gak mau mendengar, sudah beberapa tahun yang lalu kita nasehatin untuk merubah cara dia menjadi pembawa acara,” kata dia dalam cuitannya yang kemudian banyak dikomentari.
“Sekarang narsum penting hampir gak ada yang mau ke acara dia lagi. Semua diambil habis sama Deddy Corbuzier. Orang-orang sekelilingnya yang merusak,” ucap akun tersebut melalui tulisan.
Sebelumnya kata dia, awalnya orang-orang begitu bangga bisa menjadi narasumber di acara Mata Najwa.
Akan tetapi, dia menilai Najwa Shihab malah berubah dalam mengajukan pertanyaan menjadi intimidatif dan terkesan egois.
Najwa Shihab kata dia, membuat narasumber dipaksa menjawab sesuai keinginan sang presenter.
Bahkan kebiasaan Najwa Shihab yang dinilai negatif adalah seringkali memotong saat narasumber sedang menjelaskan jawaban.
Belum lagi gaya interview Najwa Shihab malah berubah menjadi seakan tegang.
Hal itulah yang membuat narasumber seperti bertemu dengan penyidik KPK ataupun kepolisian.
Bukan itu saja, dia menilai jika presenter dan jurnalis cantik kerap memamerkan kesimpulan sendiri, bahkan sebelum acara dimulai.
“Gilanya lagi Najwa sudah punya kesimpulan sebelum acara,” kata dia lagi.
Atas gaya Najwa Shihab itu, dia yakin investor dari acaranya tak suka dengan cara pembawaan acara.
Najwa Shihab bahkan dikatakannya keras kepala sehingga membuat rating acaranya turun.
“Jurnalisme itu gak harus dengan muka tegang dan sangat serius, Najwa kehilangan semuanya, sekali lagi dia batu,” ujar @kurawa.
Rupanya apa yang dialami Najwa Shihab usai mengkritik Polri, dinyatakan sebagai fenomena yang nyata terjadi di Indonesia.
Mantan menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpendapat, Najwa Shihab seorang profesional.
Dia mampu menjalankan pekerjaan dalam profesinya yang sangat dicintai, konsisten, passionate, serta berdedikasi.
Hal itu kata Susi malah menjadi identitas berbalut prinsip dan integritasnya.
“Anda itu ada apa dan kenapa? Nana @NajwaShihab adalah seorang profesional di profesinya. Seseorang disebut profesional dalam profesinya apabila dia mencintai, konsisten, passionate, memberikan dedikasi dengan semua prinsip dan integritasnya. Sebagai sesama wanita I stand for Najwa,” kata Susi Pudjiastuti.