SuaraTasikmalaya – Perseteruan Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika selalu menarik perhatian. Mereka sudah saling serang bahkan menjuurus ke kehormatan diri.
Dedi Mulyadi menggunakan medsosnya untuk menyindir Anne Ratna. Polemik dua tokoh Purwakarta itu jadi konsumsi publik saban hari.
Di tengah proses perceraian Dedi Mulyadi makin eksis di media sosial. Akun medsosnya, Youtube, instagram dan Facebook dibanjiri komentar.
Yang hangat adalah kegiatan Dedi Mulyadi di tanah kelahiran isterinya Cianjur. Membatu korban gempa Cianjur. Berita Kang Dedi di pengungsian pun selalu viral.
Momen kebersamaan dengan pengungsi gempa Cianjur dijadikan konten dalam kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Chanel.
Ada yang menarik ketika mengunjungi pengungsi dia selalu bercanda. Dedi merasa terhibungan di tengah serangan dahsyat isterinya Ambu Anne Ratna Mustika.
Di sebuah tenda pengungsian Kang Dedi Mulyadi menggoda seorang wanita muda berjilbab merah.
Gelak tawa pun menggema saat Kang Dedi Mulyadi mengatakan cinta tidak dihalangi usia beda usia tak masalah.
Terlihat Dedi Mulyadi mulai berkenalan dengan wanita cantik.
Baca Juga: Lagi! Reborn Rich Puncaki Peringkat Drama dan Aktor Terpopuler Minggu Ini
"Saya sudah tua. Sudah 51 tahun. Jadi 51 sama 21 tahun, bedanya 30 tahun atuh," kata Dedi Mulyadi sembari disambut gelak tawa. Usia tak menghalangi Cinta," timpal kru Kang Dedi Mulyadi.
Rupanya si Teteh adalah bunga desa anak pak haji, sudah kerja di Perusahaan Distributor pupuk. Meski usianya baru 21 tahun tapi kelihat subur.
"Pantas subur da kerja di perusahaan pupuk, coba nomor BH dan WA nya berapa," kata Dedi Mulyadi agak nakal. Memang Dedi Mulyadi datang ke pengungsian bukan hanya membagikan sembako tapi pakain dalam wanita,
Digoda agak ngeres, si Teteh cantik tersipu malu. Kang Dedi faham lalu membelokan topik pembicaraan ke kondisi rumah korban pengungsian. "Kalau teteh rumahnya ambbruk? . "Gak ambruk cuma retak," kata si teteh. Dedi Mulyadi langsung menyambar. ".
"Gak apa rumah cuma retak, asal jangan hati yang retak," kata Kang Dedi Mulyadi disambut tertawa puluhan pengungsi di sana
Rupanya Dedi Mulyadi merasa terhibur di tengah hatinya yang gundah gulana akibat serangan bertubi-tubi Ambu Anne. (*)