SuaraTasikmalaya-Hidup sehat itu mahal kalau sudah ke dokter baru terasa. Makanya lebih baik kita menerapkan pola hidup sehat.
Sakit itu bisa datang kapan saja, maksudnya orang yang tadinya sehat tiba -tiba sakit. Tapi biasanya orang yang tidak bisa menjaga kebersihan rentan kena penyakit atau masalah.
Tips sehat sederhana agar tubuh tetap bugar adalah memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya orang yang sembarangan makan akan bermasalah pada kesehatan mulut dan badan.
Memang sederhana bau mulut dan bau badan akan menganggu kita. Orang yang mulutya bau atau badan kurang sedap malah dijauhi oleh orang-orang sekitar karena baunya dapat mengganggu.
Oleh karena itu, orang yang memiliki bau mulut harus segera mencari solusi agar mulut bisa mengeluarkan bau yang tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Salah satu dokter pernah menjelaskan tentang bagaimana makanan dapat mempengaruhi bau mulut dan badan manusia.
Dikutip tasikmalaya.suara.com dari video YouTube.com di kanal Berbagi Ilmu Kesehatan yang diunggah pada 27 Januari 2022, berikut solusi dr. Zaidul Akbar agar mulut tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Zaidul Akbar mengatakan, "Masalah yang sering dialami orang zaman sekarang adalah bad breath. Bad breath itu maaf, mulutnya bau."
Dia mengatakan bahwa sumber masalah yang mengakibatkan bau mulut bukan berasal dari mulut saja.
Baca Juga: Cara Menyembuhkan Nyeri Punggung dan Tenggorokan Mampet, Ini Resep dari dr Zaidul Akbar
"Mulut yang bau bukan hanya masalah di sini saja," ujar Zaidul Akbar.
Dia mengatakan bahwa masalah yang dapat membuat bau mulut muncul dapat berasal dari perut dan bau badan.
"Tapi di perut juga banyak masalah. Selain perut, masalah lain juga terletak pada badan yang bau," ujar Zaidul AKbar.
dr Zaidul Akbar lmengaitkan makanan dan bau badan dengan mengatakan, "Maksudnya badan tidak memberikan bau yang sedap. Itu gara-gara apa? Makan."
"Nanti temen-temen coba deh, dalam satu minggu, tidak usah satu minggu, tiga hari saja porsi makan anda lebih banyak sayur sama buah."
"Nanti Bau badannya mulai hilang perlahan," kata dokter yang populer di medsos ini.