.
SuaraTasikmalaya - Jangan melalaikan sholat di akhir waktu. Apapun alasannya. Mau bilang sedang sibuk kerja atau apa saja.
Sibuk kerja jangan dijadikan alasan, Ini penjelasan lengkap Buya Yahya pimpinan pesantren Al-Barjah CIrebon.
Menurut Buya Yahya, sholat adalah tiang agama hendaknya diutamakan dari yang lainnya. Meskipun sibuk dengan urusan dunia tapi urusan akherat juga jangan diabaikan.
Sebenarnya ajaran Islam memberikan keringanan bagi umatnya untuk selalu mengerjakan sholat. Misalnya ketika dalam perjalanan bisa diqoshor atau dizama. Tapi kalau dengan alasan kerja tak bis ditolerir.
Tak sedikit umat Islam yang menunda waktu shalat bahkan sampai waktunya hampir habis karena sibuk bekerja.
Bagaimana hukum shalat di akhir waktu karena sibuk kerja?
Dalam sebuah kajian, Buya Yahya mendapatkan pertanyaan dari jamaah.
"Saya seorang karyawan kantor yang pulangnya pukul 16.00 dan baru sampai di rumah pukul 16.30, apakah saya termasuk orang yang melalaikan shalat jika setiap hari shalat ashar pukul 17.00?," tanya jamaah.
Baca Juga: Tiga Cara Atasi Depresi Menurut Buya Yahya
Buya Yahya menegaskan bahwa shalat yang paling utama (fadhilah) adalah di awal waktu mulai dari dikumandangkan adzan.
"Kalau mundur nanti masuk waktu Jawaz atau Ikhtiar, waktu fadhilah itu saja," katanya, dikutip PortalJember.com dari video unggahan kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 28 Juni 2018.
"Selebihnya kita bebas memilih, kalau tidak mengambil waktu fadhilah (awal waktu)," ujar Buya Yahya.
Lalu, menjalankan shalat boleh, sah, dan tidak berdosa sampai kapan?
"Sampai mundur asalkan cukup untuk melakukan shalat," tuturnya.
Misalnya maghrib adalah jam 18.00, lanjutnya, asalkan sebelum jam tersebut sudah selesai shalat ashar tidak termasuk wilayah dosa.