Luhut Minta KPK Jangan Sering OTT Maling Uang Rakyat Bisa Bikin Nama NKRI Jelek, Singgung Siapa Mau Melawan?

tasikmalaya Suara.Com
Rabu, 21 Desember 2022 | 10:55 WIB
Luhut Minta KPK Jangan Sering OTT Maling Uang Rakyat Bisa Bikin Nama NKRI Jelek, Singgung Siapa Mau Melawan?
Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan. Anak buah Jokowi minta KPK jangan terlalu sering OTT bisa merusak citra NKRI. (Tangkapan Layar Youtube/StranasPK Official)

SuaraTasikmalaya.id – Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jika langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan alias OTT sangat buruk untuk citra NKRI.

Atas pandangan tersebut, Luhut meminta KPK tidak terlalu sering melakukan OTT pada koruptor alias maling uang rakyat.

Rupanya apa yang menjadi pandangan anak buah Presiden Joko Widodo alias Jokowi, ini memancirng reaksi penolakan.

Pendapat Luhut dinilai sangat kontroversi dan akan mencederai semangat kebangsaan untuk memberantas kejahatan luar biasa yang seharusnua mendapat hukuman mati.

Kiritik KPK

Luhut Binsar mengkritik KPK yang dinilainya terlalu sering melakukan OTT. Dia meminta KPK lihat-lihat terlebih dahulu sebelum menangkap koruptor alias maling uang rakyat.

OTT yang dilakukan KPK dikatakan Luhut malah akan berdampak buruk bagi Indonesia.

Pandangan Luhut ini diungkapkan krtika dirinya hadir saat acara peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 di Jakarta.

OTT jelek untuk NKRI

Baca Juga: Perlakuan Rosano Barack ke Syahrini Tak Terduka Mengharukan, Begini Duduk Perkaranya

Luhut Binsar secara terang-terangan malah meminta KPK untuk mengurangi frekuensi OTT garong uang rakyat.

Sehingga kata dia, jangan terlalu tinggi berharap bangsa ini bersih dari korupsi, lantaran OTT sebenarnya tidak bagus.

"Kita nggak usah bicara tinggi-tinggilah. OTT-OTT ini kan nggak bagus sebenarnya," katanya.

Dengan banyaknya OTT dikatakan Luhut akan membuat NKRI semakin jelek.

"(OTT koruptor) Buat negeri ini jelek banget. Tapi kalau kita digital life, siapa yang mau melawan kita," kata dia, dikutip Rabu, 21 Desember 2022.

Solusi untuk NKRI bersih dari koruptor

Luhut lantas dalam pembicaraan mengingatkan KPK agar tidak terlalu sering melakukan OTT pada koruptor alias garong uang rakyat.

Solusi untuk memberantas korupsi dikatakan Luhut adalah dengan cara digitalisasi di Indonesia.

Dengan sistem itu, Luhut sangat yakin tidak akan ada yang berani main-main untuk melakukan korupsi.

Korupsi tak akan habis

Selama ini kata Luhut,  maling uang rakyat tidak akan bisa habis atau hilang hingga ke akarnya. 

Malah, dikatakannya jika OTT akan merugikan NKRI dan citra negara jelek, lebih baik dikurangi jumlah penangkapannya.

"Jadi kalau kita mau bekerja dengan hati, ya kalau (penangkapan) hidup-hidup sedikit bolehlah, kita kalau mau bersih-bersih amat (dari pejabat korup) di surga lah kau," kata Luhut

"Jadi KPK jangan pula sedikit-sedikit tangkap tangkap, ya lihat-lihatlah. Tapi kalau digitalisasi ini sudah jalan tidak akan bisa main-main," katanya lagi. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI