SuaraTasikmalaya.id - Venna Melinda sempat memberikan ruang untuk berdamai dengan Ferry Irawan.
Namun, hal itu urung dilakukan Venna. Hal itu karena Ferry Irawan tidak melakukan apa yang dimintanya.
Menurutnya, andai Ferry adalah suami yang mempunyai hati nurani, pintu maaf baginya akan senantiasa terbuka.
"Kalau dia suami yang masih punya hati nurani dia suami yang khilaf dia akan minta maaf," tutur Venna.
Ia menjelaskan, dari awal dan keluarga Ferry pun akan mengert, tapi kalau sudah sampai di titik ini Venna sampai dipiting buat saya bermasalah.
"Karena saya tahu Polda polisi adalah orang-orang yang sangat kepo dan profesional untuk menentukan seseorang menjadi tersangka kemudian ditahan," ungkapnya.
"Kalau syarat objektifnya tidak terpenuhi, tidak mungkin jadi (tersangka)," tambah Venna.
Selain itu, mengenai keluarga Ferry, Venna berpendapat bahwa hubungannya dengan mereka begitu harmonis.
"Saya tidak pernah mau suuzon terhadap siapapun apalagi ibunda Ferry yang saya hormati, adik-adiknya saya tidak pernah ada masalah pribadi sama sekali, " ungkapnya.
"Saya menyayangi mereka lebih dari apa ada apapun sama seperti saya menyayangi keluarga saya begitupun kepada Ferry Irawan imam yang selama ini saya banggakan yang saya hormati," jelas Venna dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia.
Namun, lanjut Venna, pada saat 8 Januari dua kali Ferry berbohong baik itu kepada Satpam hotel Grand Surya kemudian kepada polisi.
"Bagi saya fix dia bukan orang yang punya hati nurani bukan suami yang bertanggung jawab tidak ada pilihan lain kecuali saya maju memproses secara hukum biar nanti pengadilan yang akan menentukan hubungannya itu," tukasnya. (*)