SuaraTasikmalaya.id - Manajer Manchester City, Josep ‘Pep’ Guardiola, menyebutkan 9 tim Liga Inggris ingin timnya dikeluarkan dari kompetisi paling bergengsi di Eropa, Liga Champions UEFA.
Seperti dikutip dari sportsmole.co.uk (11/02/2023), Guardiola berbicara dalam sebuah konferensi pers jelang duel timnya melawan Aston Villa, Minggu (12/2/23).
Ia mengingat kembali kasus klubnya di lingkup UEFA pada tahun 2020, ketika disinggung oleh seorang wartawan.
“Sementara kami menunggu UEFA menjatuhkan hukuman terhadap kami, sembilan tim; Burnley, Wolves, Leicester, Newcastle, Spurs, Arsenal, Manchester United, Liverpool, Chelsea menginginkan kami keluar dari Liga Champions ketika mereka menginginkan posisi itu,” ungkap Pep dalam sebuah konferensi pers, Jumat (10/2-23).
“Tidak ada permusuhan atau pertemanan, hanya kepentingan. Mereka ingin mengambil posisi yang kami menangkan di lapangan.
“Mereka mengatakan Anda harus tersingkir dari Liga Champions. Anda harus ke League One (kasta ketiga), atau League Two (kasta keempat), atau mungkin Conference League (kasta kelima)?” sambungnya.
Februari 2020, The Citizens dituduh UEFA melakukan ‘pelanggaran serius’ terhadap lisensi klub dan peraturan financial fair play (FFP) antara tahun 2012 dan 2016. Dikenai larangan Liga Champions selama dua tahun bersamaan dengan denda 25 juta pounds.
Namun, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) membatalkan hukuman tersebut dan denda mereka dikurangi menjadi ‘hanya’ 9 juta pounds saja. Alasannya karena ‘sebagian besar dugaan pelanggaran tidak ditetapkan atau dibatasi waktu’.
Baru-baru ini, Senin (6/2/23), Premier League mengumumkan bahwa sang juara bertahan telah didakwa melanggar lebih dari 100 aturan keuangan setelah penyelidikan selama 4 tahun.
Baca Juga: Foto Bareng Hotman Paris, Pakaian Transparan Millen Cyrus Bikin Salfok
Dugaan pelanggaran disebutkan telah dilakukan antara 2008-09 dan 2017-18. Pelanggaran dimaksud terkait dengan keterbukaan informasi keuangan mengenai pendapatan, pemasukan sponsor, dan biaya operasional klub.
"Kami sudah pernah berada di divisi bawah. Kami kembali ke sana tidak masalah,” tukas Pep.
Ia mengatakan semua pihak harus menunggu hasil keputusan. “Kami akan membela diri, seperti yang kami lakukan dalam situasi UEFA.”
“Jelas para fans (tim rival) ingin mendorong kami keluar dari kompetisi. Mereka yakin kami tidak berperilaku baik,” tukas mantan pelatih Barcelona itu.
“Melawan 19 tim (Premier League) kami sendirian, itu sudah pasti. 19 klub tidak akan membantu kami. Kami memenangkan Liga Primer musim lalu di atas lapangan. Kami akan membela diri (dari tuduhan). Jika itu terjadi (dihukum), kami akan menerimanya. Tapi seperti di UEFA, kami akan bertahan,” tegas Pep.
Pelatih asal Spanyol berusia 52 tahun itu sepenuhnya yakin bahwa Manchester City tidak bersalah dan menegaskan timnya fokus pada duel Liga Inggris versus Aston Villa untuk mengejar selisih lima poin dengan pemuncak klasemen Arsenal, Minggu (12/2/23). (*)