SuaraTasikmalaya.id - Persib Bandung akan melakoni laga berat di BRI Liga 1.
Persib akan menjamu Arema FC di Stadion Pakansari Bogor, KAmis jam 15.00 WIB.
Laga di pekan ke-26 ini dilangsungkan tanpa penonton di tribun karena alasan keamanan.
Baik Persib maupun Arema sama-sama mencetak kemenangan di laga sebelumnya.
Persib menekuk Rans United 3-1, sedangkan Singo Edan menang 1-0 atas Barito Putera.
Persib saat ini di posisi ketiga. Jika menang, Persib akan menggeser Persija Jakarta dengan 52 angka ke posisi 2.
Sedangkan Arema jika menang akan ke urutan 8 dengan 38 poin.
Persib jika melihat beberapa faktor seharusnya bisa memenangkan pertemuan kedua di musim ini.
Berikut setidaknya ada 3 faktor yang menjadi pendukung Persib bisa memenangkan laga super bigtmatch tersebut.
1.Arema saat ini dalam kondisi sulit.
Besar atau kecil, tragedi Kanjuruhan mempengaruhi psikologis para pemain Arema.
Terlebih mereka sempat dipusingkan dengan kepastian stadion home dan sudah tak bisa didukung lagi oleh para Aremania lantaran hukuman dari PSSI.
Ini harus bisa dimanfaatkan oleh para pemain Persib yang lebih fresh dan tanpa beban apapun.
Namun menurut pelatih Luis Milla, meski Arema sedang mengalami masa sulit, tetap harus diwaspadai.
"Memang ini bukan tahun bagus untuk Arema. Tapi mereka memiliki pemain yang berkualitas dan tentunya ada rivalitas besar antara Arema dan Persib,” kata Luis Mila dikutif dari laman persib.co.id.
2. Persib Unggul Statistik dari Arema
Dari 6 pertemuan terakhir, Persib unggul head to head dari Arema.
Dari 6 laga, Persib menang 4 kali dan hanya 2 kali kalah.
Persib bahkan kerap menang di kandang Singo Edan.
Ini jadi modal kepercayaan diri Maung Bandung untuk kembali menerkam Singo Edan.
3. Arema Baru Kehilangan Pelatih Kepala
Arema saat ini baru kehilangan pelatih kepala pasca Javier Roca dipecat karena kekalahah beruntun.
Tanpa mengecilkan kehadiran pelatih pengganti Roca, I Putu Gede, Arema butuh lagi perbaikan permainan dan spirit tim di bawah pelatih baru.
Beberapa pemain saat ini juga seperti berada di bawah top performannya.
Sebaliknya kondisi Persib tetap stabil meski rekor 15 laga tak terkalahkan sudah terhenti.
Pelatih Luis Milla lebih memahami kondisi anak asuhnya ketimbang I Putu Gede yang baru menangani Singo Edan. (*)